IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Uang Hasil Pencurian ATM di Muntilan Dipakai Untuk Bayar Rumah dan Biaya Sekolah

BNews–SEMARANG– Pelaku pembobol ATM BCA di Muntilan diketahui menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini diketahui dari beberapa barang bukti yang diamankan Buser Polres Magelang dari tangan para pelaku.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan dalam penangkapan pelaku, polisi juga menyita barang bukti. Diantaranya sejumlah uang, kendaraan dan beberapa kwitansi belanja dari tiga pelaku ini.

“Untuk uang yang kita amankan senilai Rp 82 juta. Untuk kendaraan satu unit mmbil Daihatsu Luxio nopol : B 1363 FRZ, sepeda motor Honda SUPRA X 125 dan sepeda motor Honda Beat,” katanya (24/2/2020).

Dia mengungkapkan sisa hasil curian lainnya yakni potongan bagian mesin ATM BCA yang terdiri dari potongan cover depan dan empat buah box penyimpan uang. Alat untuk beraksinya seperti satu buah tabung oksigen dan selang las, serta 3 jaket.

Dari aksi pencurian dengan pemberatan tersebut, komplotan ini berhasil membawa uang senilai Rp. 891 juta rupiah dan mesin ATM senilai Rp 600 juta. “Barang bukti lainnya yakni kwitansi hasil belanja mereka, yang diduga dibeli dari uang hasil kejahatan mereka,” imbuh Iskandar.

“Kwitansi tersebut yakni Kwitansi pembelian rumah ,pembayaran sekolah, pembelian supra x 125, pembelian HP dan kwitansi pembelian kemasan lilin,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa diamankan tiga pelaku pencurian dengan pemberatan ATM di Tape Ketan Muntilan 4 Februari 2020 lalu. Mereka berhasil diamankan di rumahnya Kabupaten Bandung Jawa Barat 12 Februari 2020. Sedangkan satu tersangka di Priok Jakarta karena diamankan kasus lain.

Loading...

Ketiga pelaku berhasil diamankan buser Polres Magelang. Mereka yakni Simyati, alias SYT, 40, berperan menerima hasil dari kejahatan pencurian mesin ATM. Adang Subrana alias AD, 40, berperan mengambil barang hasil kejahatan dan membuka mesin ATM. Dan Yanto berperan sebagai driver.

Dua pelaku yang masih buron adalah Syaful berperan mempunyai ide atau gagasan, mengambil barang hasil kejahatan. Ia juga yang menentukan sasaran, menyediakan alat, membagi uang hasilkejahatan. Satunya bernama Supardi berperan mengambil barang hasil kejahatan dan membuka mesin ATM.

Atas perbuatannya, mereka terancaman Hukuman penjara 5 tahun. Mereka jelas melanggar Pasal 480 KUHPidana. (bsn/bn1)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: