Untidar Dampingi Literasi Penerbitan Buku di SMPN 7 Magelang

BNews— MAGELANG—Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Magelang menerbitkan buku kumpulan cerita pendek terbaik karya para siswa, Sabtu (14/12). Buku bergenre horor dengan judul ’Lembaran Rahasia’ itu merupakan hasil karya ke-7 yang berhasil diwujudkan menjadi sebuah buku.

Kepala SMPN 7 Magelang, Parjopo menuturkan, buah karya anak-anak didiknya tidak lepas dari program gerakan literasi sekolah yang dimulainya sejak tahun 2016. Hingga sekarang, setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, anak-anak wajib membaca buku selama 15 menit.

”Literasi itu bukan membaca atau menulis. Tetapi bagaimana menggunakan kemampuan individu dalam mengolah serta memahami informasi dalam membaca atau menulis,” kata Parjopo.

Tidak puas dengan literasi kepenulisan, pihaknya juga telah melakukan MoU dengan Universitas Tidar (Untidar) yang direalisasikan pada tahun 2020. Untuk meningkatkan keterampilan siswa, para dosen Untidar akan melakukan pendampingan dalam kegiatan literasi digital, pendampingan Karya Ilmiah Remaja hingga conversation.

”Langkah kita tidak lain sebagai dukungan pada Kota Magelang sebagai Smart City. Kota cerdas adalah yang cerdas literasi juga,” kata Parjopo yang membawa sekolahnya juara 1 Lomba Perpustakaan Sekolah se-Kota Magelang lima kali berturut-turut.

Pustakawan Latifah Wahyuni membeberkan, buku ’Lembaran Rahasia’ merupakan karya ke-7 yang sukses dilaunching. Isinya berupa sembilan karya anak-anak hasil seleksi ketat. Uniknya, buku tersebut sebagian besar didanai dari hasil penjualan buku sebelumnya ’Mawar Putih di Tubuh Renata’.

”Buku baru ini akan kita jual Rp 40 ribu. Ada versi E-Booknya juga. Hasil penjualan akan digunakan kembali untuk menerbitkan buku berikutnya,” terang Latifah.

Pegiat literasi itu berharap dengan terbitnya buku tersebut mampu meningkatkan percaya diri siswa hingga mengasah kreatifitas. Kedepan, dirinya akan mengembangkan ke literasi budaya.

”Saya mendapat tawaran menulis dalam huruf Pallawa. Anak-anak merambah ke literasi lain. Jadi akan bisa lebih variatif,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: