Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Hasil Survei: 66,9 Persen Masyarakat Yakin Ijazah Jokowi Asli

Hasil Survei: 66,9 Persen Masyarakat Yakin Ijazah Jokowi Asli

  • calendar_month Rab, 28 Mei 2025

BNews-NASIONAL- Hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia tidak percaya bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memalsukan ijazahnya. Sebanyak 66,9 persen responden menyatakan tidak percaya atas tuduhan tersebut.

Menanggapi hasil survei itu, Jokowi buka suara saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (28/5/2025).

“Ya artinya masyarakat memiliki logika dan penalaran yang sehat. Memiliki logika. Logika penalaran yang sehat, artinya itu,” kata Jokowi.

Ia menegaskan bahwa tuduhan pemalsuan ijazah tidak masuk akal.

“Karena logikanya memang nggak masuk (bila palsu). Saya kira 68 persen ya mau menyampaikan ketidakpercayaannya,” tambahnya.

Masih Ada 19 Persen Warga yang Percaya Ijazah Dipalsukan

Meski mayoritas tidak percaya, survei juga menunjukkan bahwa masih ada 19 persen masyarakat yang percaya ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah palsu. Jokowi menanggapi hal tersebut dengan tenang.

“Ya, pasti ada yang pro, ada yang kontra, ada yang percaya, ada yang nggak percaya,” ujarnya.

Jokowi menegaskan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada jalur hukum.

“Tapi semuanya nanti kita serahkan pada proses hukum. Nanti di pengadilan akan terbuka semuanya secara jelas dan gamblang terang-benderang semuanya. Karena di situ pasti nanti ada fakta-fakta, ada bukti-bukti, ada saksi-saksi semuanya akan dibuka di sidang pengadilan ya,” tuturnya.

Hasil Survei Indikator Politik Indonesia Soal Ijazah Jokowi

Dikutip dari detikNews, survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan untuk mengukur kepercayaan publik terhadap lembaga negara serta isu-isu sensitif seperti dugaan pemalsuan ijazah Presiden Jokowi.

Survei dilakukan terhadap 1.286 responden melalui wawancara telepon. Metode yang digunakan adalah double sampling dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 93 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa kasus dugaan ijazah palsu Jokowi menarik perhatian publik secara luas.

“Yang mengaku tahu kasus ini 75,9 persen. Jadi terus terang jarang kasus hukum yang menarik perhatian seluas ini. Kalau saya bulatkan, dari 10 orang Indonesia, 8 tahu kasus ijazah palsu,” ujar Burhanuddin, Selasa (27/5/2025).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia menambahkan, tingkat ketidakpercayaan masyarakat terhadap tuduhan itu juga tinggi di kalangan yang mengetahui kasus secara langsung.

“Jadi yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah itu 66,9 persen dari semua responden,” kata Burhanuddin.

“Sementara mereka yang mengetahui kasus ini, yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah itu 69,9 persen,” sambungnya. (*/detik)

About The Author

  • Penulis: Pemela

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less