Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Update Banjir Lahar Magelang: 6 Luka-Luka, 1 Meninggal Dunia, 4 Hilang

Update Banjir Lahar Magelang: 6 Luka-Luka, 1 Meninggal Dunia, 4 Hilang

  • calendar_month Rab, 4 Mar 2026

BNews- MAGELANG – Banjir lahar hujan menerjang aliran Sungai Senowo yang berhulu di kawasan Gunung Merapi, Selasa (3/3/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya dilaporkan hilang di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengatakan banjir lahar hujan terjadi sejak sekitar pukul 15.30 WIB. Hujan lebat yang mengguyur puncak Merapi menjadi pemicu utama meningkatnya debit aliran sungai.

“Sungai Senowo bergabung dengan (aliran) sungai-sungai yang lain,” ujar Bambang dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Magelang, banjir lahar hujan yang menimbulkan korban jiwa dan korban hilang tersebut masuk wilayah Dusun Dadapan, Desa Krinjing. Korban meninggal dunia diketahui berinisial IS (21), warga Kota Semarang. Selain itu, satu unit truk dilaporkan terbawa arus deras banjir.

Bambang menambahkan, banjir lahar dingin itu juga menyebabkan enam orang mengalami luka-luka. Dua korban masih menjalani perawatan di RSUD Muntilan, sementara empat lainnya telah diperbolehkan pulang.

“Tinggal dua yang (dirawat) di RSUD Muntilan. Sisanya sudah boleh pulang,” ungkpanya.

Saat ini, tim gabungan dari Basarnas, Polresta Magelang, dan relawan kebencanaan masih melakukan pencarian terhadap empat korban hilang. Proses pencarian direncanakan berlangsung hingga tujuh hari ke depan.

CEK BERITA UUPDATE LLAINNYA DDISINI (KLIK)

Selain banjir lahar, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magelang juga memicu tanah longsor di Dusun Bandung, Desa Paten, Kecamatan Dukun. Longsor tersebut mengakibatkan kerusakan jalan penghubung antara Desa Paten dan Desa Sewukan.

BPBD Kabupaten Magelang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan hulu Merapi dan sepanjang aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta memperhatikan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) serta menjauh dari bibir sungai saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami sudah jauh-jauh hari (meminta) untuk hati-hati, waspada, apalagi untuk daerah yang berhulu di Merapi untuk selalu memperhatikan EWS,” katanya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less