Update Terbaru Kebutuhan Logistik Bagi Pengungsi Gempa Di Majene

BNews–NASIONAL-– Duka mendalam kembali terjadi di Tanah Air Indonesia. Musibah gempa magnitudo 6,2 melanda Wilayah Majene pada Jumat, 15 Januari 2021 dini hari. Akibatnya ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Seluruh warga terdampak gempa Majene baik yang sudah berada di tempat pengungsian maupun tempat evakuasi lain. Dan sampai saat ini masih menunggu bantuan baik kebutuhan primer maupun sekunder.

Hal ini karena pada beberapa tempat, pengungsi tidak sempat membawa barang-barang mereka, serta beberapa akses komunikasi dan jalan terputus karena longsor akibat kuatnya getaran gempa.

Hal ini direspon cepat oleh pemerintah, Presiden Jokowi langsung instruksikan Mensos Risma dan BNPB untuk segera turun ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

TNI AU juga telah  terjunkan empat armada pesawat ke lokasi kejadian untuk membantu mempercepat upaya evakuasi dan penyaluran logistik di beberapa tempat.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Hal terpenting adalah memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi terutama stok sembako, selimut, tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/excavator, alat komunikasi, makanan pokok/siap saji, masker, obat-obatan dan vitamin.

Gempa bumi yang melanda wilayah Majene, Sulawesi Barat dilaporkan banyak menimbulkan korban jiwa.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dari keterangan BNPB kepada Pikiran-Rakyat.com Jumat, 15 Januari 2021, dilaporkan bahwa diketahui sebanyak delapan orang meninggal dunia, sekitar 637 orang luka-luka.

Dari perkiraan BNPB, sekitar 15.000 orang akan mengungsi karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan.

BNPB juga mengungkapkan ada 10 titik pengungsian yang akan menampung korban gempa tersebut, diantaranya Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua Di Kec. Ulumanda Dan Kec. Malunda, dan Kec. Sendana.

Untuk menolong korban-korban tersebut, pihak BNPB mengungkapkan beberapa kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan saat ini, diantaranya: sembako, selimut, tikar tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/excavator, alat komunikasi, makanan pokok/siap saji, masker, obat-obatan dan vitamin.

Selain itu, pihak BNPB juga mengaku sudah melakukan berbagai upaya dalam menangani bencana ini, seperti BPBD Kab. Majene, Kab. Mamuju. Dan Kab. Polewali Mandar melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.

Juga pihak BPBD setempat berkoordinasi dengan TNI, Polri, Basarnas, Relawan dan Instansi terkait lainnya guna meminta bala bantuan.

Seperti diinformasikan sebelumnya, wilayah Majene, Sulawesi Barat diguncang gempa bumi pada Jumat, 15 januari 2021 dini hari tadi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Berdasarkan data dari Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang terjadi pada pukul 01.28 WIB itu; memiliki kekuatan magnitudo 6,2.

Gempa bumi ini merupakan rangkaian gempa bumi pada tanggal 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB, dengan magnitudo 5,9.

Pusat gempa terletak pada koordinat 2.98 LS dan 118.94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km Timur Laut Majene. Dengan kedalaman 10 km.

Hasil mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa bumi dirasakan di beberapa wilayah, dalam skala II hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI).

Akibat gempa bumi tersebut, kerugian materil pun tidak dapat dihindarkan. longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju membuat akses jalan terputus.

Selain itu dilaporkan juga 300 unit rumah rusak, 1 unit Puskesmas rusak berat. 1 Kantor Danramil Malunda yang mengalami kerusakan berat, jaringan listrik padam, hingga komunikasi seluler terputus-putus tidak stabil. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: