Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tim Pengabdian Masyarakat Untidar Dorong Pengembangan Eduwisata dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Ngablak Srumbung

Tim Pengabdian Masyarakat Untidar Dorong Pengembangan Eduwisata dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Ngablak Srumbung

  • calendar_month Jum, 12 Sep 2025

BNews–MAGELANG– Tim pengabdian masyarakat Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar (Untidar) menggelar sosialisasi bertajuk “Kolaborasi Inklusif untuk Mengembangkan Eduwisata dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas”. Kegiatan digelar di Balai Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Selasa 22 Juli 2025.

Ketua tim pengabdian, Satrio Tegar Sadewo, S.AB., M.M. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi aktif Untidar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan ini juga melibatkan aktif mahasiswa S1 Manajemen, yaitu Angga Putera Dewa dan Raina Dewi Aldianti.

“Ada 25 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar merupakan penyandang disabilitas yang tergabung dalam paguyuban Warsa Mundung,” katanya.

Para peserta mendapat pendampingan langsung dari dosen Prodi Manajemen Untidar. Yakni Satrio Tegar Sadewo, Hanung Eka Atmaja, dan Budi Hartono yang menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut.

Dalam paparannya, para dosen menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk menginisiasi destinasi wisata meskipun dengan keterbatasan. Penyandang disabilitas didorong untuk ikut berperan aktif dalam pengembangan potensi lokal, khususnya peternakan kambing perah yang sudah lama menjadi salah satu mata pencaharian warga Dusun Jengglik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menggugah semangat warga, khususnya penyandang disabilitas, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi. Potensi kambing perah yang ada bisa menjadi pintu masuk menuju desa wisata inklusif,” ujar Satrio.

Para peserta menyambut antusias kegiatan ini. Mereka menyatakan keinginan untuk mengembangkan produk hasil peternakan kambing perah agar bisa bernilai lebih.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Tim Untidar pun merencanakan riset lanjutan untuk menciptakan produk olahan susu kambing yang bisa dikerjakan penyandang disabilitas dengan biaya terjangkau.

(foto:ist)

Kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat lewat kisah sukses desa wisata lain, seperti Desa Pentingsari di Sleman yang awalnya tidak memiliki potensi wisata, serta Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang yang dulunya perkampungan kumuh.

“Kedua contoh itu menunjukkan bahwa desa wisata dapat berkembang pesat jika dikelola dengan semangat gotong royong dan konsistensi,” imbuh Satrio.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai inklusi sosial di tingkat desa. Eduwisata tidak hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga sebagai ruang sosial baru di mana masyarakat tanpa terkecuali dapat terlibat.

Dengan mengoptimalkan potensi kambing perah sebagai ikon, desa ini berpeluang menumbuhkan citra baru sebagai kawasan wisata edukatif yang ramah bagi semua kalangan, termasuk difabel.

Salah satu peserta yang merupakan anggota paguyuban Warsa Mundung, mengaku termotivasi dengan sosialisasi tersebut. “Kami senang karena merasa dilibatkan. Di desa kami banyak yang memelihara kambing, dan melalui sosialisasi ini kami jadi percaya diri bahwa hasil susu kambing bisa diolah menjadi produk bernilai serta menjadi daya tarik wisata desa,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Desa Ngablak mampu menapaki jalur serupa. Membangun kawasan eduwisata inklusif yang tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat tetapi juga memberdayakan penyandang disabilitas agar memiliki ruang kontribusi yang lebih luas. (ADV)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less