Volume Kendaraan di Kota Magelang Menurun 50 Persen

BNews—MAGELANG— Penerapan pengalihan arus lalu lintas sebagai dampak pandemi covid-19 berdampak positif pada penurunan volume kendaraan. Dinas Perhubungan Kota Magelang mengklaim, terjadi penurunan 50 persen jumlah kendaraan sejak diterapkan kebijakan tersebut pada 30 Maret 2020.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perpakiran Dishub Kota Magelang Noor Singgih mengungkapkan, dari pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan menunjukkan arah yang di harapkan.

” Ya, ada pengurangan volume kendaraan di Kota Magelang. Ada kalau sekitar 50 persen dari normalnya,” ungkapnya kepada Borobudur News, hari ini (7/4).

Singgih menjelaskan, tujuan utama rekayasa arus lalu lintas ini memang untuk mengurangi volume kendaraan di dalam kota. Termasuk mengurangi pergerakan masyarakat Kota Magelang untuk tetap didalam rumah.

”Tentunya hal tersebut sebagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19,” jelas dia.

Petugas Satpol PP Kota Magelang saat patroli di pintu masuk kota sisi Simpang Tiga Trio

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Magelang Singgih Indri Pranggana menuturkan, pengalihan arus masih akan terus diterapkan. Hingga jangka waktu yang masih belum bisa ditentukan.

Pengalihan arus tidak 24 jam penuh. Hanya sekitar 13 jam yaitu, dimulai pukul 08.00-21.00 WIB.

”Kami masih akan terus mengevaluasi dan mencermati dinamika di lapangan seperti apa,” imbuh pria yang juga menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Magelang itu.

Ia berharap dengan upaya tersebut dapat mengurangi aktifitas masyarakat di luar rumah. Serta dapat memutus persebaran dan penularan covid-19. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: