Waspada, Obat Penenang “Yarindu” Untuk Orgil Beredar Bebas di Muntilan

BNews—MUNGKID— Penyalahgunaan Obat Keras Daftar G bernama “Yarindu” marak terjadi di wilayah Muntilan. Hal ini terungkap setelah polisi menangkap pengedar obat jenis penenang untuk orang gila itu di rumah kontrakannya daerah Keji Muntilan (9/5).

Tersangka diketahui bernama Rudi Setiawan, 28 warga asal Tambakan Desa Sedayu Muntilan yang sehari hari bekerja sebagai pekerja bangunan. “Tersangka ini diamankan petugas setelah mendapat laporan dari warga pada 9 Mei lalu sekitar pukul 16.00 wib di rumah kontrakaanya,” ungkap Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adi Nugroho saat ungkap kasus siang ini (21/5).

Saat diamankan, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 350 butir pil warna putih berlogo Y yang dikemas dalam 35 bungkus dengan rincian perbungkus 10 butir, Satu buah buku catatan jual beli, Satu buah HP merk Samsung warna gold, satu buah Tas kecil warna hitam, dan Empat pak plastik klip kecil. “Dari pengakuan pelaku kepada petugas, dirinya membeli dari seseorang yang bertemu di jalan dengan harga Rp.35.000/10 butir dan dijual kembali olehnya seharaga Rp.40.000,” imbuh Kapolres.

“Untuk sasaran konsumennya, pelaku ini menjual kepada para pekerja lepas atau swasta dengan sistem komunikasi via Whastapp dan dilakukan COD di jalan,” terangnya.

Sementara Rudi mengaku baru 1,5 bulan melakukan praktik jual beli obat keras daftar G jenis Yarindu secara bebas ini. “Sebenarnya ini obat penenang untuk orang sakit jiwa dan seharusnya diperjual belikan dengan resep dokter,” katanya.

Ditanya terkait efek samping memakan obat ini, Rudi menambahkan bahwa obat tersebut bisa membuat tenang dan melayang. “Biasanya sekali diminum 2-3 butir sudah bisa membuat fly, karena sebelumnya saya juga pernah meminumnya,” tambahnya.

Atas perbuatannya Tersangka melanggar Pasal 196 Jo pasal 98 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dimana Setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Satu miliar rupiah. Dan kini tersangka harus mendekap di tahanan mako Polres Magelang. (bsn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: