Viral Sepasang Pengantin di Magelang Gelar Akad Nikah di Atas Truk

BNews—MERTOYUDAN— Sebuah video sepasang pengantin melaksanakan ijab kabul pernikahan di atas bak truk viral di media sosial (medsos). Pernikahan yang digelar akhir tahun 2021 lalu itu diketahui berlangsung di Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

”Itu semuanya nggak tahu, yang bikin acara itu Mas Inin dan kawan-kawan (tetangga Gunawan). Kalau mau dibikin seperti itu, saya nggak tahu rencananya,” kata Gunawan yang merupakan warga Dusun Japunan, Senin (3/1).

Ijab kabul yang videonya viral itu berlangsung pada Minggu (26/12). Gunawan menikahi kekasihnya Ria Septiani, 26, yang sama-sama warga Dusun Japunan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan.

Pasangan pengantin tersebut semula mengajukan izin ke KUA Kecamatan Mertoyudan untuk menikah di Masjid Al Barkah. Namun keduanya mendapatkan kejutan dari tetangganya berupa bak truk yang sudah dihias untuk menjadi lokasi akad nikah. Truk tersebut diparkir di halaman masjid.

”Dirias di sini (rumah) dan saya nggak tahu kalau semuanya dibikin seperti itu. Ke masjid jalan biasa, tapi saya lihat di masjid ada truk saya. Begitu sampai sana, saya lihat belakangnya ada karpet, saya sudah bingung di situ,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Diketahui, truk itu memang sehari-hari dikemudikan Gunawan yang bekerja sebagai sopir. ”Buat kerja (truk), buat kirim ekspedisi. Kalau saya dari Demak, muatan beras kirim Jawa-Bali. Itu sudah sekitar 1,5 tahun, saya pakai mobil itu (truk). Istri juga nggak tahu, semua nggak tahu. Yang tahu temen-temen,” sambungnya.

Dirinya mengaku tidak menyangka apabila video pernikahannya akan viral. Meski ia sempat mengunggah video di Facebook sebagai bentuk ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara tersebut.

”Saya saja nggak tahu kalau mau viral kayak gini. Saya cuma upload di FB (Facebook), cuma buat ucapan terima kasih untuk semua teman-teman dan warga Japunan,” terangnya.

Inisiator acara akad nikah di atas bak truk, Inin Mustofa, menuturkan jika konsep acara itu dibuat agar pernikahan Gunawan berkesan. Selain itu di kampungnya sudah lama tidak ada acara.

”Dibikin saja karena kita menganggap seperti saudara sendiri, nggak ada salahnya kita bikin acara, konsep yang terkenang sampai tua. Yang terlibat itu sekitar enam sampai tujuh orang,” pungkasnya. (hil/ifa)

Sumber: Detik

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: