51 Destinasi Wisata di Magelang Telah Buka, Minus Wisata Air

BNews—MUNGKID— Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Namun, proses pemulihan ekonomi terus diupayakan salah satunya melalui sektor pariwisata.


Sebagai salah satu upaya mengembalikan ekonomi, Pemkab Magelang telah mengeluarkan ijin 51 destinasi wisata. Meskipun semua tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

“51 DTW sudah buka. Mereka yang buka itu, mereka yang betul-betul siap. Kita nggak ngrusah-grusuh, harus matang. Karena di daya tarik ini, tidak hanya pengelola, tidak hanya pelaku, tapi ada pengunjung. Artinya menyakinkannya di tiga sisi tadi. Pengelola, pelaku itu, bisa simulasi, bisa uji coba, tapi pengunjung tidak,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso.


Dia mengatakan, pengelola yang buka kembali di masa pandemi ini merupakan yang betul-betul siap. Sebelum membuka kembali, pengelola harus melakukan uji coba atau simulasi.


“Bahwa pada saat dia buka, dia akan mampu memanajemen dengan baik,” kata Iwan kepada wartawan.

Sebelum buka kembali, kata Iwan, pengelola harus menyiapkan SOP. Kemudian, adanya deklarasi terkait dengan kesanggupan pengelola menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut merupakan langkah yang baik sebelum membuka kembali.

“Ini langkah yang baik sebelum membuka itu, namanya harus begini ini. Dia mendeklarasikan, nah kan ada dua itu. Punya SOP, uji coba, masih dilakukan, ini tahapan yang dilalui oleh mereka juga sehingga saat mereka mengajukan memang mereka siap untuk itu,” katanya.


Dari 51 DTW yang sudah buka tersebut, kata Iwan, sudah siap dengan SOP yang ada. Untuk itu, tugas yang dilakukan yakni melakukan monitoring dan melakukan evaluasi secara terus menerus.


Baca juga: Ganjar Pranowo Semangati Pelaku UMKM di Sekitar Candi Borobudur”Dari 51 yang ada tersebut, itu semuanya sudah siap. Hanya memang, nggak bisa dilepas begitu saja. Pasti butuh monitoring, meski butuh evaluasi, karena setiap tahapan pasti ada hal-hal yang harus dievaluasi terus dan dilakukan pembinaan,” tutur Iwan.


Untuk pengelola daya tarik wisata yang akan buka, Iwan berpesan, jika protokol kesehatan tidak bisa ditawar-tawar lagi.


“Pesannya jauh lebih hati-hati, SOP yang sudah dibuat itu harus betul-betul dilakukan. Ndak ada tawar-menawar terhadap protokol kesehatan. 7 prinsip dasar protokol kesehatan itu harus terus dan selalu dilakukan karena kalau tidak, ya bisa menimbulkan kerawanan-kerawanan baru,” ujarnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: