Diprediksi Terjadi Ledakan Kasus Corona, Warga Temanggung Dilarang Takbir Keliling-Halal Bihalal

BNews—TEMANGGUNG— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melarang warganya melakukan silarurahmi dan Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya angka kasus covid-19 di Temanggung yang saat ini telah mencapai 49 orang.

Selain dilarang saling berkunjung, pihaknya meminta untuk tidak menggelar Salat Idul Fitri berjamaah. Untuk menegakkan kebijakan tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung beserta Kodim dan Polres akan melakukan operasi dan penegakan ke desa-desa.

”Patroli dilakukan untuk memastikan larangan tersebut ditaati oleh seluruh warga,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijianto, Kamis (14/5).

Gotri mengungkapkan, peraturan ini merupakan bagian dari cara pengendalian penularan virus corona. Hingga saat ini, kasus positif corona di ’Negeri Tembakau’ telah mencapai 49 orang.

Selain itu, pekan ini gugus tugas setempat berhasil melakukan tracing. Hasilnya, sekitar 80 orang reaktif saat dilakukan rapid test.

”Diperkirakan dalam sepekan atau dua pekan ke depan akan terjadi lonjakan besar kasus Corona di Temanggung,” ungkap dia.

”Saat ini saja yang positif sudah 49 orang dan lebih 80 orang yang rapid test-nya reaktif sehingga ketika dilakukan swab nanti kemungkinan jumlah positifnya akan bertambah signifikan,” sambungnya.

Selain  itu Pemkab Temanggung juga akan melarang kegiatan takbir keliling maupuan acara yang mengundang kerumunan warga. Gotri kembali menegaskan, masyarakat tidak melangsungkan Salat Ied berjamaah di masjid maupun lapangan.

”Salat Ied agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Dimana sesuai petunjuk Majelis Ulama Indonesia, Salat Ied dapat dilaksanakan di rumah tanpa khutbah,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: