6 Pelaku Penganiayaan di Secang Diamankan, Salah Satunya Dibawah Umur

BNews–MUNGKID– Sekelompok orang merusak rumah dan melakukan penganiayaan kepada pemiliknya di daerah Secang, Jumat sore (27/11/2020). Tidak hanya itu, anak pemilik rumah juga terluka dan istri pemilik rumah pingsan.

Kejadian tersebut terjadi di rumah korban atas nama Vinsa, 24, warga Kwaluhan Desa Madusari Kecamatan Secang Magelang. “Kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Dimana sekelompok orang tiba-tiba datang menganiaya korban dan merusak rumah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko.

Akibatnya korban pemilik rumah atas nama Vinsa mengalami luka di beberapa tubuh. “Sementara anaknya mengalami luka di jidat karena kena pukul dan setrum. Sedangkan istrinya pingsan melihat kejadian yang menimpa suami dan anaknya,” imbuhnya.

Setelah melakukan pengrusakan dan penganiayaan tersebut, para pelaku sempat kabur melarikan diri. Kurang dari 24 jam pelaku yang diketahui berjumlah enam orang berhasil diamankan, salah satunya masih dibawah umur.

“Keberhasilan penangkapan tersebut berkat kerja sama Resmob Satreskrim Polres Magelang bekerja sama dengan Reskrim Polsek Secang,” ujar Hadi Handoko.

Ia membenarkan dari enam tersangka salah satu satunya masih dibawah umur, sisanya sudah dewasa. Mereka adalah KAEP alias Ngokngok, 23, warga Nambangan Kota Magelang, ADK Alias Hambem,21, warga Nambangan Kota Magelang; TSW alias Ambon, 39, warga Gelangan Kota Magelang; CP alias Sentu, 26, warga Nambangan Kota Magelang dan UM, 28, warga Secang Kabupaten Magelang.

“Lalu yang dibawah umur adalah SB alias Qobil,17, warga Nambangan Kota Magelang,” terangnya.

DOWLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Keenam pelaku ini, lanjutnya memiliki peran masing-masing. “ Pelaku KAEP, ADK, TSW, dan SB melakukan pemukulan terhadap korban. Lalu KAEP menyetrum korban, sedangkan CP dan UM melakukan perusakan rumah,korban dengan memecah kaca jendela , merusak perabot rumah dan merusak pintu rumah,” paparnya.

AKP Hadi Handoko juga menyampaikan untuk tersangka SB alias Qobil, 17, warga Kota Magelang tidak dilakukan penahanan. Hal tersebut mengingat masih dibawah umur dan mendapat jaminan dari orang tuanya, tetapi tetap menjalani proses hukum.

Sementara, kata Hadi untuk kelima tersangka lain dilakukan penahanan setelah direkomendasikan gelar perkara. “Untuk pertimbangan proses penyidikan tersangka kami tahan, sedangkan satu pelaku karena masih anak, kami titipkan orang tuanya dalam proses Sidik”, tegasnya.

Dalam penangkapan tersangka Resmob Satreskrim Polres Magelang mengamankan beberapa barang bukti yang terkait dengan perkara.

“Barang bukti berhasil kami amankan untuk kepentingan penyidikan berupa alat setrum genggam warna hitam, pecahan kaca jendela, pecahan gelas; handle pintu dan batu sebesar kepalan orang dewasa. Sementara barang bukti lain masih dalam pencarian Tim penyidik,” terangnya.

Dia juga menjelaskan dari hasil pemeriksaan, tersangka melakukan perbuatanya karena motif balas dendam terhadap korban. Dimana beberapa hari sebelum kejadian ada perselisihan antara tersangka UM dengan korban, dan tersangka UM bercerita kepada rekanya sehinga terjadi peristiwa ini.

“Tersangka kami dijerat melakukan perbuatan Dimuka Umum Secara Bersama-sama Melakukan Kekerasan Terhadap Orang atau Barang. Sebagaimana Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: