Jelang Lebaran Ratusan THL Diberhentikan Sepihak, DPRD Sesalkan Langkah Pemkot Magelang

BNews—MAGELANG— DPRD Kota Magelang geram dengan langkah Pemerintah Kota Magelang yang memberhentikan sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442H. Mereka diduga diberhentikan secara sepihak.

Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno, membenarkan informasi pemberhentian THL di beberapa OPD yang jumlahnya mencapai 160 orang. Pria yang karib disapa Udik ini menyayangkan Langkah Pemkot Magelang.

Selain dikarenakan pemberhentian dilakukan tiba-tiba juga menjelang lebaran. Serta kebijakan kurang populis ini dilakukan disaat bencana pandemi Covid-19.

Udik menilai langkah yang diambil pemkot sangat menyalahi aturan. Bahkan bisa dikatakan pemkot telah berbuat zalim terhadap para THL.

”Pemberhentian ini tidak sesuai mekanisme yang ada dan terkesan tiba-tiba. Pihaknya justru mencurigai ada rencana atau tujuan tersembunyi para THL ini diberhentikan,” ujar Udik.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Dirinya pun meminta agar pemkot tidak main-main dengan putus kontrak sepihak. ”Jangan  sampai karena janji politik sehingga rasa kemanusiaan hilang. Semua bisa dipertimbangkan dengan baik, terutama saran dan masukan dari legislatif,” tegasnya.

Udik melihat langkah ini sangat politis, karena janji-janji politik. ”Yang jelas, sudah ada ’sodoran’ siap-siap yang akan menggantikan,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Udik juga sudah meminta Komisi DPRD untuk mengkroscek dan mencari data pemberhentian THL tersebut. Bahkan, menurutnya, DPRD siap menjembatani permasalahan ini. Iapun berjanji akan segera mengambil sikap.

”Sebetulnya tiap-tiap Komisi DPRD itu sangat terkait dengan urusan THL. Karena mitra kerjanya adalah komisi-komisi DPRD,” paparnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (4/5).

Imbuh Ketua Komisi A DPRD Kota Magelang, Iwan Soeradmoko, membenarkan bahwa beberapa OPD mitra kerjanya telah memberhentikan para THL secara sepihak. Pihaknya saat ini masih mendata jumlah THL yang diberhentikan secara sepihak.

Ia menghitung di Satpol PP ada 20 orang. Namun OPD lainnya ia belum mengetahui.

”Ini masalah perut, harus hati-hati, jangan sepihak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang OT Rostrianto saat dikonfirmasi, membenarkan ada pemberhentian THL di pihaknya. Namun demikian, dirinya enggan berkomentar lebih jauh.

Pria yang biasa disapa Otros ini mengungkapkan, pemutusan THL berdasarkan arahan kebijakan produktivitas kinerja karena usia dan kesehatan. ”Pemutusan juga didasarkan kontrak/ MOU perenam bulan untuk dievaluasi,” terangnya, singkat. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: