68 Warga Korban Banjir Bandang di Bandongan Masih Bertahan di Pengungsian

BNews–BANDONGAN— Sebanyak 68 warga Desa Salamkanci, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang masih bertahan di pengungsian, hari ini (3/2/2020). Mereka masih menempati rumah warga dan juga TPA Tarbiyatul Islamiyah di Dusun Derepan.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan tercatat ada 11 titik pengungsian. “Data jumlah pengungsi dan titik pengungsinya tersebut dicatat pagi tadi, dan nanti sore akan didata lagi guna mengetahui jumlah terbaru warga yang dipengungsian maupun yang dirumah masing-masing,” ungkap dia kepada borobudurnews.com.

Dia menjelaskan, sampai saat ini masih dalam tahap pembersihan area yang terkena banjir lumpur. Pembersihan dilakukan oleh anggota BPBD Kabupaten Magelang, beberapa relawan dan warga sekitar.

“Sampai saat ini pembersihan material sudah sekitar 70% semoga besuk bisa full 100%,” paparnya.

Edy menambahkan untuk sementara warga tetap dipengungsian karena masih ada titik rawan longsor. Pihaknya masih melakukan kajian lebih dalam lagi untuk ditindaklanjuti.

“Untuk warga, sebaiknya menyingkir dulu apalagi kalau intensitas hujan lebat dan lama, karena kami masih mempelajari potensi-potensi longsor susulan atau banjir yang mungkin bisa terjadi,” pungkasnya.

Salah satu pengungsi Utami, mengatakan masih takut untuk pulang dan tinggal lagi dirumahnya. Sehingga dia masih mengungsi ditempat kerabatnya sampai waktu yang belum ditentukan.

“Dua hari ini, saya pulang hanya untuk bersih-bersih rumah. Berangkat pukul 06.00 wib dan sore sekitar pukul 17.00 sore ke rumah sodara lagi untuk mengungsi,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa yang tinggal dipengungsian rata-rata ibu-ibu dan anak-anak serta lansia. Sedangkan bapak-bapak tetap tinggal dirumah untuk berjaga-jaga dan membantu pembersihan material banjir. (cr1/wan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: