Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 83 Korban Perdagangan Orang Asal Jateng Masih Tertahan di Luar Negeri

83 Korban Perdagangan Orang Asal Jateng Masih Tertahan di Luar Negeri

  • calendar_month Jum, 20 Jun 2025

BNews–JATENG – Sejumlah warga asal Kabupaten Brebes yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (20/6/2025).

Mereka meminta bantuan langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, agar pemerintah turut andil membantu; memulangkan korban-korban lain yang hingga kini masih tertahan di luar negeri.

Dalam pertemuan itu, para korban didampingi oleh kuasa hukum mereka dan diterima secara langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi.

Ia menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah melakukan koordinasi intensif dengan Polda Jawa Tengah dan kuasa hukum korban untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Sudah koordinasi dengan Polda, dengan lawyernya para korban. Langkah ini dilakukan akan menarik kembali ke Jawa Tengah karena berdasarkan dokumen masih ada yang bermasalah,” ujar Ahmad Luthfi.

Gubernur juga telah menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah untuk memfasilitasi penyaluran pekerjaan kepada para korban melalui perusahaan penyalur resmi.

“Kemudian yang kedua, bagi masyarakat kita yang menjadi korban, saya sudah perintahkan kepada Dinas Tenaga Kerja kita; untuk kita salurkan kepada PT-PT yang resmi, atau kita pekerjakan kembali di wilayah Jawa Tengah,” sambungnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Para korban yang menjadi korban perdagangan manusia ini sebelumnya dikirim ke sejumlah negara di Eropa, seperti Yunani, Portugal, Spanyol, hingga Polandia.

Mereka berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Brebes, Pemalang, Tegal, Slawi, serta beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Gubernur Luthfi menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan bersama dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri; untuk mempercepat proses pemulangan para korban guna mencegah permasalahan hukum yang lebih besar di negara tempat mereka bekerja.

Simak Video Viral dan Terupdate di BorobudurNewsTV (KLIK)

“Kita harus koordinasi dengan Kemenlu, Depnaker. Kalau saran saya lebih cepat lebih bagus. Kalau nanti disana (korban) bermasalah, ditangkap polisi disana, malah tambah kasus lagi, kan kasihan itu. Jadi secepatnya,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa telah mencoba menghubungi pihak terkait, meski belum berhasil tersambung.

“Tadi sudah beberapa telpon belum sambung karena memang mendadak itu tadi. Saya usahakan besok sudah ada komunikasi dengan kementrian di luar negeri maupun di negara kita,” bebernya.

Data di Polda Jateng !!! KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less