90 Persen Pasien Meninggal di Rumah Sakit Belum Tentu Karena Covid-19

BNews—JOGJAKARTA— Pasien meninggal dunia di rumah sakit harus dimakamkan dengan protokol Covid-19. Hingga Desember 2020 sampai pertengahan Januari 2021, angka pemakaman mengalami lonjakan cukup tinggi dibandingkan April sampai November 2020.

Informasi yang dihimpun dari Posko Dekontaminasi Gugus Tugas Covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, perhari Senin (18/01) pada Desember 2020 telah memberikan pendapingan. Utamanya bagi Satuan Tugas (Satgas) Kalurahan melakukan sebanyak 33 kali pemakaman orang meninggal dunia di rumah sakit dengan protokol Covid-19.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kulon Progo, Ariadi mengungkapkan, pemakaman dengan protokol Covid-19 menjadi protap kesehatan yang harus dilaksanakan. Meski pasien bersangkutan meninggal bukan disebabkan terinfeksi Covid 19.

”Diperkirakan lebih dari 90 persen, pasien meninggal di rumah sakit bukan karena Covid-19. Untuk mencegah terjadi penularan, pasien meninggal dalam status probable dan suspek juga dimakamkan dengan protokol Covid-19,” ujar Ariadi.

Tim Dekontaminasi Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo di 2021 hingga pertengahan Januari, memberikan pendampingan Satuan Tugas (Satgas) Kalurahan melaksanakan prosedur pemakaman protokol Covid-19 sebanyak 23 kali. Melebihi pemakaman protokol Covid-19 pada awal ditemukan kasus Covid-19 di Kulon Progo.

Pada April 2020 melakukan pemakaman protokol Covid-19 sebanyak empat kali, Mei tujuh kali, Juni lima kali, Juli sembilan kali, Agustus 13 kali, September 16 kali, Oktober sebelas kali dan November 2020 sebanyak 14 kali.

”Sejak April 2020 hingga pertengahan Januari 2021 melakukan pemakaman pasien meninggal dengan protokol Covid-19, sekitar 135 kali,” imbuh Koordinator Tim Dekontaminasi Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Edi Haryanto. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: