Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 57 Bhikkhu Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur Singgah di Madiun, Bawa Pesan Perdamaian

57 Bhikkhu Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur Singgah di Madiun, Bawa Pesan Perdamaian

  • calendar_month 34 menit yang lalu

BNews- NASIONAL – Sebanyak 57 bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 yang melakukan perjalanan kaki dari Pulau Bali menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, singgah di Kabupaten Madiun, Jumat (22/5/2026).

Kedatangan rombongan bhikkhu tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Madiun bersama tokoh lintas agama di Pendopo Ronggo Djumeno Caruban.

Rombongan kemudian diberangkatkan kembali oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, jajaran kepala OPD, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madiun.

Sebelumnya, para bhikkhu tiba di Pendopo Ronggo Djumeno Caruban pada Kamis malam (21/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB setelah menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki dari Bali menuju Borobudur.

Mereka kemudian beristirahat dan bermalam di pendopo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Magelang.

Kehadiran peserta Indonesia Walk for Peace 2026 mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah maupun masyarakat lintas agama di Kabupaten Madiun.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi simbol nyata toleransi, persaudaraan, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan perjalanan spiritual yang dilakukan para bhikkhu membawa pesan mendalam mengenai perjuangan dan pengorbanan demi terciptanya perdamaian.

“Para bhikkhu ini memberikan teladan bahwa kedamaian harus diusahakan dan diperjuangkan. Tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu pengorbanan,” ujarnya.

Menurut Hari Wuryanto, kedamaian merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Tanpa kondisi yang aman dan harmonis, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat akan sulit tercapai.

“Tidak ada kemajuan tanpa kedamaian. Karena itu, meskipun kita berbeda agama dan latar belakang, kita harus tetap bersatu untuk mewujudkan kabupaten yang adil dan sejahtera,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesan yang dibawa para bhikkhu selama singgah di Kabupaten Madiun, yakni pentingnya menjaga kerukunan dan hidup damai di tengah perbedaan.

“Mereka berpesan agar kita semua hidup damai. Karena dengan kedamaian, apa yang menjadi tujuan bersama akan lebih mudah terwujud,” tambahnya.

Hari berharap semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama yang tercermin dalam kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026 dapat terus dijaga oleh seluruh masyarakat.

Menurutnya, perjalanan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur tersebut menjadi bukti nyata tentang ketekunan, solidaritas, dan kepedulian terhadap nilai-nilai perdamaian.

“Mereka sudah memberikan contoh kepada kita. Dengan kebersamaan dan tekad kuat, tujuan sejauh apa pun insyaallah bisa dicapai,” pungkasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less