Ada Penembak Misterius di Unjuk Rasa 22 Mei Jakarta ?

BNews—NASIONAL— Sejumlah korban meninggal dilaporkan dalam aksi yang berujung kerusuhan di Jakarta, dini hari tadi. Mayoritas korban meninggal tertembus peluru ditubuhnya. Padahal Polri mengaku tidak membekali peluru tajam untuk menghalau demonstran.

Data yang dihimpun borobudurnews, jumlah korban unjur rasa 22 Mei di IGD RS Budi Kemuliaan menjadi enam orang. Direktur RS Budi Kemuliaan Fahrul W Arbi mengatakan saat ini korban tewas tersebut sudah dibawa ke RSCM Cipto Mangunkusumo.

Fahrul mengatakan korban meninggal karena mendapat tembakan di bagian dada. Ketika dilakukan penanganan pertama, nyawa korban tidak tertolong.

“Meninggalnya karena ada luka tembak tembus ke belakang dari dada, mungkin mengenai paru-paru. Kan ada pneumotoraks. Pneumotoraks itu selaput paru robek sehingga udara terkumpul di sana dan kena pembuluh darah besar,” terang dia.

Dia melanjutkan, sampai pukul 6.15 WIB, pihaknya sudah menerima 17 pasien. Mereka dibawa ke rumah sakit karena berbagai macam sebab, seperti terkena tembakan. Dua di antaranya, lanjut Fahrul, sudah dirujuk ke RS Tarakan.

“Korban lainnya ada yang terkena luka tembak di betis, tangan, sendi bahu, ada yang dikirim ke RS Tarakan karena perlu ada tindakan bedah,” tukas dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi terpisah menyatakan bahwa polisi sejak jauh hari telah mewanti-wanti akan ada pihak ketiga yang memanfaatkan aksi unjuk rasa.

Dedi menyatakan pihaknya masih mengecek kabar korban tewas tertembak. Dia mengklaim tim pengemanan unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api.

“Masih dicek (korban tembak). Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api,” kata Dedi. (internet/bn1/bsn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

1 Comment
  1. […] BACA JUGA : ADA PENEMBAK MISTERISU DI AKSI 22 MEI […]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: