Ada Tradisi Sungkem Tlompak Warga Pakis Setiap Idul Fitri

BNews—PAKIS—Tradisi unik diselenggarakan oleh warga lereng Gunung Merbabu di Kabupaten Magelang. Sungkem Tlompak, sebuah rangkaian perayaan warga yang diselenggarkan di sumber mata air Tlompak Dusun Gejayan Desa Banyudisi Kecamatan Pakis kemarin (9/6).

Perayaan yang digelar oleg warga DUsun Kenditan Desa Pogalan Kecamatan Pakis ini dimulai dengan kirap bergodo prajurit atau sering disebut cambur bawur. Tradisi ini memang rutin digelar setiap 5 syawal atau hari kelima lebaran Idul Fitri.

Sujak juru kunci Tlompak, Alip mengatakan bahwa sejak awal puasa Ramadhan lalu, warga Dusun Gejayan yang juga salah satu basis seniman petani Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang melakukan berbagai persiapan untuk warga Keditan melakukan tradisi Sungkem Tlompak. “Mereka bergotong-royong antara lain membersihkan sumber air Tlompak, sekitar 400 meter dari Dusun Gejayan, membuat berbagai instalasi seni pertanian dengan berbagai bahan alam dan membuat panggung pementasan kesenian rakyat yang eksotis menggunakan bahan alam di halaman rumah juru kunci Tlompak, Alip,” katanya.

Dalam rangkaian tradisi ini juga dipentaskan 20 macam kesenian rakyat dari berbagai dusun di kawasan Barat lereng Merbabu ini.”Kami melaksanakan tradisi ini sebagai kebaikan yang mempersatukan, membuat warga tetap guyub,” imbuh Sujak.

Loading...

“Ini merupakan tradisi warisan leluhur yang harus tetap dipertahankan dan dilestarikan sebagai salah satu media kerukunan antar warga, dalam tradisi ini warga juga melakukan doa kepada Tuhan supaya selalu terbebas dari musibah, beroleh kesehatan, anak-anak bersekolah dengan baik, masyarakat lancar dalam mencari penghidupan sehari-hari, hidup tenteram, dan damai,” tandasnya.

TRADISI L Ratusan warga Kenditan Pakis melakukan kirap tradisi Sungkem Tlompak (9/6)--(Foto--Istimewa)
TRADISI L Ratusan warga Kenditan Pakis melakukan kirap tradisi Sungkem Tlompak (9/6)–(Foto–Istimewa)

Sementara Kepala Dusun Gejayan Sulis Prasetyo menambahkan bahwa warga Gejayan menyambut kedatangan warga Keditan untuk tradisi Tlompak, semoga doa dan harapan warga mendapatkan rida dari Allah SWT, warga beroleh keselamatan dan hidup tenteram. “Di sumber air Tlompak, warga duduk bersila, sedangkan para sesepuh meletakkan berbagai sesaji di tempat itu. Alip kemudian menaburkan bunga mawar, membakar kemenyan, dan mengucapkan doa selama beberapa saat,” tambahnya.

Diceritakan dahulunya tradisi itu bermula dari paceklik di Dusun Keditan pada masa lalu. “Sejumlah sesepuh dusun kemudian tirakat di sumber air Tlompak dan mendapatkan bisikan dari pepunden (penunggu) tempat itu yang dikenal sebagai Kiai Singo Barong yang intinya warga wajib melakukan Sungkem Tlompak setiap 5 Syawal. Jika pada tanggal itu bertepatan dengan Hari Jumat atau Senin Legi, maka tradisi itu dijalani warga bertepatan dengan 6 Syawal,” ujarnya.


“Dan sejak beberapa tahun terakhir, para seniman petani yang tergabung dalam Padepokan Warga Budaya Gejayan pimpinan Riyadi, mengembangkan Sungkem Tlompak selain sebagai tradisi pelestarian sumbar air, juga ajang halalbihalal atau silaturahim warga setiap Syawal dan keramaian desa di kawasan Gunung Merbab,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: