BNPB Sebut Magelang Daerah Rawan Bencana, Warga Diminta Waspadai Ancaman El Nino hingga 2027
- calendar_month 34 menit yang lalu

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat kunjungan kerja di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang
BNews-MAGELANG – Pembangunan jaringan pipanisasi air bersih di Kabupaten Magelang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Infrastruktur tersebut kini memudahkan warga memperoleh akses air bersih sekaligus memperkuat ketahanan terhadap potensi krisis air.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (3/7/2026).
BNPB: Magelang Daerah Berisiko Tinggi Bencana
Dalam kunjungannya, Suharyanto menegaskan bahwa Kabupaten Magelang termasuk salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi di Indonesia. Kondisi geografis yang berada di kawasan Gunung Merapi membuat masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.
“Magelang termasuk daerah dengan risiko bencana tinggi. Walaupun hidup di wilayah yang subur, masyarakat tetap harus waspada dan siap siaga menghadapi berbagai ancaman bencana,” pesan Suharyanto.
BNPB Ingatkan Ancaman Kekeringan akibat El Nino
Selain potensi bencana hidrometeorologi dan erupsi Gunung Merapi, Suharyanto juga mengingatkan adanya ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi mulai Juli 2026 hingga pertengahan 2027 akibat fenomena El Nino.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Magelang segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat, baik melalui pembangunan jaringan pipanisasi maupun pengeboran sumur dalam.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Segera petakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” tegasnya.
Ribuan Warga Kini Kembali Nikmati Akses Air Bersih
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas respons cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Ia menjelaskan, banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan jaringan distribusi air bersih sepanjang sekitar 39,8 kilometer mengalami kerusakan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Akibatnya, sebanyak 4.010 kepala keluarga di tujuh desa, yakni Desa Paten, Sewukan, Sengi, Sumber, Wates, Krinjing, dan Keningar, sempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Berkat sinergi pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Magelang, DPR RI, dan BNPB, bantuan pembangunan jaringan air bersih dapat terealisasi dan kini manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Grengseng.
BNPB Salurkan Bantuan Rp3 Miliar
Grengseng mengungkapkan, usulan awal bantuan pembangunan jaringan air bersih sebesar Rp2,09 miliar. Setelah melalui proses verifikasi, BNPB menetapkan nilai kebutuhan sebesar Rp1,85 miliar.
Namun demikian, realisasi bantuan yang diberikan BNPB justru mencapai Rp3 miliar dan seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan atau terealisasi 100 persen.
Selain meninjau pembangunan jaringan air bersih, Pemerintah Kabupaten Magelang juga mengusulkan bantuan Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB untuk pembangunan tiga ruas jalan, yakni Muntilan–Talun, Tlatar–Talun, dan Dukun–Demo, dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp37,6 miliar.
Tak hanya itu, Pemkab Magelang juga mengajukan pembangunan 1.000 unit Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) senilai Rp5 miliar sebagai langkah antisipasi kekeringan serta gangguan distribusi air bersih saat musim kemarau.
“Pemkab Magelang juga mengusulkan pembangunan 1.000 unit Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) senilai Rp5 miliar sebagai langkah antisipasi kekeringan dan gangguan distribusi air bersih saat musim kemarau,” tambah Grengseng.
Magelang Catat 257 Kejadian Bencana hingga Mei 2026
Kabupaten Magelang merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, baik bencana alam maupun nonalam.
Hingga Mei 2026, tercatat telah terjadi 257 kejadian bencana di wilayah tersebut.
Berbagai ancaman yang dihadapi meliputi tanah longsor, erupsi Gunung Merapi, banjir lahar hujan, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, hingga gempa bumi.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Magelang untuk mengajukan prioritas bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB; guna memperkuat ketahanan infrastruktur di kawasan rawan bencana.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, juga menyerahkan bantuan peralatan; untuk memperkuat kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang.
Bantuan tersebut berupa satu unit mobil pick up senilai Rp319.900.000 yang diharapkan dapat mendukung operasional BPBD, khususnya; dalam penanganan bencana dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar