Mahasiswa Apoteker UNIMMA Edukasi Siswa SMK Bumantara soal Bahaya BKO, Nilai Post-Test Naik Jadi 100 Persen
- calendar_month 23 menit yang lalu

Wujudkan Smart Consumer, Mahasiswa Apoteker UNIMMA Edukasi Siswa SMK Bumantara Terkait Bahaya Bahan Kimia Obat
BNews-MAGELANG – Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Bumantara Muntilan, Kamis (11/6/2026). Kegiatan bertema “Wujudkan Smart Consumer, Mahasiswa Apoteker UNIMMA Edukasi Siswa SMK Bumantara Terkait Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO)” tersebut bertujuan meningkatkan literasi siswa mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.
Sebanyak 63 siswa kelas XI Farmasi mengikuti kegiatan edukasi yang berfokus pada bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) dalam obat tradisional serta peningkatan pemahaman mengenai pelayanan kefarmasian.
Program ini diharapkan mampu membekali siswa dengan pengetahuan tentang penggunaan obat tradisional yang aman, tepat, dan rasional, sekaligus meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang pelayanan kefarmasian sebagai persiapan menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun dunia kerja.
Dibimbing Dosen Program Studi Profesi Apoteker UNIMMA
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen Program Studi Profesi Apoteker UNIMMA, yakni apt. Nurfina Dian Kartikawati, M.Clin.Pharm., apt. Imron Wahyu Hidayat, M.Sc., apt. Widarika Santi Hapsari, M.Sc., dan apt. Herma Fanani Agusta, M.Sc.
Sementara itu, tim pelaksana terdiri atas Enrico Ariella Rivista Mozes, S.Farm., Nihayatu Rohmah, S.Farm., Isah Saputri, S.Farm., Fitriani Sameth, S.Farm., Sindi Ayu Safitri, S.Farm., serta Amalia Ratna Puspitadewi, S.Farm.
Kepala Sekolah Apresiasi Edukasi Bahaya BKO
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMK Bumantara Muntilan, Fatma Rahmawati, S.Pd.I., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.
Menurutnya, materi mengenai bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) sangat penting dan relevan untuk memperluas wawasan para siswa, khususnya siswa jurusan farmasi.
“Materi yang disampaikan mengenai bahaya bahan kimia obat (BKO) ini sangat krusial dan relevan untuk memperluas cakrawala berpikir siswa.”
Ia berharap seluruh materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik sehingga mampu meningkatkan kewaspadaan siswa dalam menggunakan obat tradisional secara aman, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, materi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, serta kesiapan siswa sebelum terjun ke dunia kerja dan pelayanan kefarmasian.
Dosen UNIMMA Motivasi Siswa Lanjutkan Pendidikan
Pada kesempatan yang sama, perwakilan dosen UNIMMA, apt. Imron Wahyu Hidayat, M.Sc., turut menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas dukungan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di bidang kesehatan.
Sebelum sesi penyuluhan dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai bahaya Bahan Kimia Obat. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi efektivitas kegiatan edukasi.
Edukasi Interaktif tentang Smart Consumer dan Pelayanan Kefarmasian
Materi pertama mengenai cara menjadi smart consumer dalam menyikapi penggunaan Bahan Kimia Obat disampaikan oleh Enrico Ariella Rivista Mozes, S.Farm.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab sehingga siswa dapat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Setelah sesi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan ice breaking untuk menjaga antusiasme peserta.
Selanjutnya, Amalia Ratna Puspitadewi, S.Farm., menyampaikan materi mengenai pelayanan kefarmasian.
Materi tersebut diberikan atas permintaan Kepala Jurusan Farmasi SMK Bumantara, Apt. Mayzan Naqdan Muvid, S.Farm., Gr., sebagai bekal bagi siswa sebelum menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di fasilitas pelayanan kesehatan serta mempersiapkan diri menjadi tenaga teknis kefarmasian yang profesional.
Nilai Post-Test Meningkat Menjadi 100 Persen
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama sesi diskusi berlangsung.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengetahui peningkatan tingkat pemahaman setelah memperoleh materi.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Nilai rata-rata pre-test yang semula mencapai 83 persen meningkat menjadi 100 persen pada hasil post-test.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya Bahan Kimia Obat (BKO), penggunaan obat tradisional yang aman, serta pentingnya menjadi smart consumer.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Magelang dinilai berhasil meningkatkan literasi kesehatan siswa sekaligus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam menyikapi penggunaan obat dan pelayanan kefarmasian. (adv)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar