Kemnaker Tegaskan Investasi Tak Cukup Bangun Pabrik, Harus Buka Lapangan Kerja Berkualitas
- calendar_month 18 menit yang lalu

Wamenaker Sebut Investasi Harus Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
BNews-NASIONAL – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat meresmikan fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan GIIC, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (3/7/2026).
Menurut Afriansyah, investasi memiliki peran strategis dalam mendukung perluasan kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap investasi baru memiliki makna strategis bagi pemerintah dalam upaya perluasan kesempatan kerja. Fokus kita adalah memastikan agar pertumbuhan dunia usaha berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Wamenaker.
Tahap Awal Serap 60 Tenaga Kerja
Afriansyah menjelaskan, pembangunan fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia menjadi salah satu indikator yang dipantau pemerintah dalam memastikan investasi benar-benar memberikan manfaat bagi penciptaan lapangan kerja.
Pada tahap awal ekspansi yang dikenal sebagai Proyek Kartini, perusahaan telah menyerap sebanyak 60 tenaga kerja baru.
Sementara itu, pada tahap pengembangan berikutnya, fasilitas produksi tersebut ditargetkan mampu menyerap sekitar 400 tenaga kerja.
“Kami Pemerintah menekankan agar komitmen penyerapan tenaga kerja ini terus berlanjut secara terukur pada tahap-tahap investasi berikutnya,” katanya.
Pemerintah Ingatkan Pemenuhan Hak Pekerja
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja, pemerintah juga mengingatkan PT Givaudan Indonesia agar tetap memenuhi seluruh kewajiban operasional sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi penerapan sistem pengupahan yang adil, pemenuhan hak-hak normatif pekerja, serta penguatan komunikasi bipartit bersama serikat pekerja SPKEP SPSI PT Givaudan Indonesia guna menjaga hubungan industrial yang harmonis.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Afriansyah menegaskan, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan; oleh pekerja dan masyarakat sekitar.
“Pemerintah terus mendorong agar setiap entitas bisnis, termasuk PT Givaudan Indonesia, mengedepankan prinsip bahwa keberhasilan investasi; harus memberikan manfaat luas, terutama bagi kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar