Aduan Pelayanan RSUD Muntilan Jadi Sorotan, Rumah Sakit Siapkan Target Penyelesaian 3×24 Jam
- calendar_month Rab, 19 Agu 2026

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan Gelar Forum Konsultasi Publik
BNews—MAGELANG— RSUD Muntilan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai upaya menyempurnakan standar pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.
Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menyampaikan saran, masukan, serta arah pengembangan rumah sakit sesuai kebutuhan masyarakat.
Diskusi berlangsung di Ruang Borobudur RSUD Muntilan, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Puskesmas jejaring, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Ambulans Desa, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang.
RSUD Muntilan sebelumnya telah melakukan evaluasi secara internal terhadap pelayanan yang diberikan. Melalui Forum Konsultasi Publik, rumah sakit tersebut berharap memperoleh evaluasi eksternal dari para pengguna layanan.
Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan pengembangan rumah sakit agar pelayanan semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami ingin menghilangkan tembok batas antara masyarakat dengan rumah sakit, sehingga target kami hospital without walls, rumah sakit tanpa batas, sehingga pelayanan kami bisa terserap dengan baik oleh masyarakat dan masyarakat memahami bagaimana kami memberikan pelayanan dan sinergitas bersama dengan OPD dan organisasi-organisasi lainnya di masyarakat.
Ini menjadi ukuran utama kami dalam perencanaan 1 tahun ke depan dan untuk penyelesaian dalam jangka pendek,” Ujar Megawati SW, S.Kep.,Ns.,M.Kep Kepala Bagian Tata Usaha mewakili Direktur RSUD Muntilan dr. Yuniar, M.P.H.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Melalui forum tersebut, RSUD Muntilan juga berharap komunikasi publik dengan para pemangku kepentingan, baik masyarakat maupun organisasi lainnya, dapat semakin ditingkatkan.
RSUD Muntilan Perkuat Penanganan Aduan Masyarakat
Dalam forum tersebut, Megawati juga menyinggung sejumlah informasi terkait pelayanan RSUD Muntilan yang sempat viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, ia mengatakan rumah sakit memiliki tim pengaduan yang melibatkan bagian Hubungan Masyarakat (Humas). Keberadaan tim tersebut juga menjadi salah satu latar belakang digelarnya Forum Konsultasi Publik.
“Iya, terkait dengan beberapa hal yang tidak baik, kami memiliki tim yang dinamakan dengan Tim Pengaduan, di mana Humas (Hubungan Masyarakat) di sini sangat berperan. Dan itu menjadi salah satu dari landasan latar belakang kami melakukan Forum Komunikasi Publik.
Diharapkan persepsi masyarakat di beberapa media sosial itu bisa secepat mungkin kita respon dan kita berikan feedback untuk penjelasan terkait dengan permasalahan apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga permasalahan itu harapannya bisa tersolusikan secepatnya karena kami juga membutuhkan duduk permasalahan yang konkret di masyarakat yang mungkin muncul di beberapa media sosial.
Saya rasa itu untuk pengembangan kasusnya ini agar kita bisa memberikan solusi yang secepatnya dan komprehensif, dan tepat,” Imbuh Megawati.
RSUD Muntilan juga menyediakan sejumlah kanal pengaduan bagi masyarakat melalui Forum Aduan Masyarakat (Fordumas). Masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui pemindaian QR code maupun nomor WhatsApp (WA) pengaduan yang tersedia di setiap titik layanan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Melalui kanal tersebut, rumah sakit dapat melakukan komunikasi dua arah dengan masyarakat untuk menindaklanjuti berbagai aduan yang disampaikan.
RSUD Muntilan menargetkan aduan kategori ringan dapat diselesaikan dalam waktu 1×24 jam. Sementara aduan kategori sedang dan berat ditargetkan mendapatkan penyelesaian dalam waktu 3×24 jam.
Komunikasi yang intens melalui kanal pengaduan dinilai penting agar setiap persoalan dapat diketahui secara konkret dan ditangani secara tepat.
Sementara untuk aduan yang disampaikan melalui Google Review, pihak rumah sakit juga tetap memberikan respons. Namun, RSUD Muntilan memiliki kriteria khusus dalam menindaklanjuti ulasan tersebut.
Dari ribuan ulasan yang masuk, menurut Megawati, baru terdapat dua pengadu yang memberikan keterangan lebih lanjut setelah pihak rumah sakit meminta informasi tambahan melalui nomor WA yang disampaikan dalam jawaban Google Review.
Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap agar proses pengaduan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan menghasilkan solusi.
Puskesmas Soroti Persoalan Rujukan BPJS
Forum Konsultasi Publik juga menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan pelayanan kesehatan, termasuk mekanisme rujukan pasien BPJS.
Sejumlah Puskesmas jejaring menyampaikan masukan terkait persoalan rujukan. Hal tersebut dinilai penting karena hampir 80 persen pasien RSUD Muntilan merupakan peserta BPJS.
Pihak rumah sakit menyadari bahwa RSUD Muntilan merupakan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut. Karena itu, rumah sakit menerima pasien rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), baik melalui rujukan berjenjang untuk kasus nonkegawatdaruratan maupun pasien dalam kondisi emergency yang langsung mendapatkan penanganan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Terkait rujukan berjenjang bersama Puskesmas, forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi secara langsung.
Ke depan, komunikasi tersebut akan diagendakan secara rutin setiap tiga bulan atau per triwulan. Langkah ini diambil karena evaluasi yang hanya dilakukan setahun sekali dinilai membuat sejumlah persoalan menumpuk dan sulit segera ditindaklanjuti.
“Saya rasa dengan FKP ini, Forum Konsultasi Publik ini, akhirnya kita memiliki agenda selanjutnya untuk forum komunikasi yang lebih intens per triwulan sebagai bentuk evaluasi pelayanan dan termasuk terkait dengan rujukan,” Tutupnya.
PPNI Kabupaten Magelang Dukung Forum Konsultasi Publik
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Magelang, Ahmad Baed, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Forum Konsultasi Publik yang digelar RSUD Muntilan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang diskusi terbuka bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan demi peningkatan pelayanan kesehatan.
“Ya terima kasih pada RSUD Muntilan yang sudah mengadakan ataupun menyelenggarakan acara ini, forum konsultasi publik. Nah, mungkin ke depannya akan diadakan tiap tahun nggih, atau mungkin ya maksimal 1 tahun sekali. Ini sangat bagus sekali, PPNI Kabupaten Magelang mendukung acara ini dan siap memberikan usulan atau masukan untuk ke depannya lebih baik lagi. Untuk upaya dalam hal melayani kesehatan masyarakat Magelang dan sekitarnya untuk lebih baik lagi, lebih bagus lagi. Seperti itu.” Ujar nya
Melalui Forum Konsultasi Publik tersebut, RSUD Muntilan berharap masukan dari masyarakat, Puskesmas jejaring, organisasi profesi, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Forum tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan berkelanjutan antara rumah sakit dengan masyarakat serta seluruh mitra pelayanan kesehatan di Kabupaten Magelang. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar