Ahmad Luthfi Buka Suara soal Kekerasan di Pesantren: Tidak Cukup Diselesaikan dengan Hukum
- calendar_month 17 menit yang lalu

Saling Asah dan Asuh, Upaya Bersama Jaga Pesantren di Jateng dari Jerat Kekerasan
BNews-JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa upaya pencegahan kasus kekerasan di lingkungan pesantren tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Menurutnya, diperlukan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Sabtu (30/5/2026).
“Kita harus saling asah dan asuh. Tidak cukup dengan penegakan hukum. Kita harus mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat untuk menyadarkan kembali agar kejadian kekerasan tidak terulang,” ujar Luthfi.
Menurutnya, proses hukum terhadap pelaku kekerasan tetap menjadi kewenangan aparat kepolisian. Namun demikian, upaya pemulihan korban maupun pemulihan lembaga pesantren yang terdampak memerlukan keterlibatan berbagai pihak secara bersama-sama.
Luthfi mengatakan, dirinya telah berdiskusi dengan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin terkait langkah-langkah penanganan dan pencegahan kasus kekerasan di lingkungan pesantren.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, akan melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian terkait, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan guna memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan kekerasan di pesantren.
Ia menegaskan bahwa sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak kembali terulang di kemudian hari.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Mutmainah menegaskan komitmen organisasinya dalam memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak.
Menurutnya, Fatayat NU akan terus mendorong masyarakat untuk berani menyampaikan laporan atau bersuara ketika melihat, mengetahui, maupun menjadi korban kekerasan, khususnya kekerasan seksual.
“Kita aktif menyadarkan masyarakat untuk berani speak up (bicara), berani bersuara ketika melihat atau menjadi korban kekerasan; terutama kekerasan seksual, karena ini adalah tugas kita bersama,” ujar Tazkiyatul yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tegal.
Tazkiyatul menambahkan, Fatayat NU Jawa Tengah siap mendukung dan mengawal berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah; khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan, serta perlindungan anak.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman; dan bebas dari segala bentuk kekerasan, terutama bagi perempuan dan anak-anak. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar