Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ahmad Luthfi Buka Fakta Kendala SPMB 2026, Mayoritas Pendaftar Kesulitan di Bagian Ini

Ahmad Luthfi Buka Fakta Kendala SPMB 2026, Mayoritas Pendaftar Kesulitan di Bagian Ini

  • calendar_month Ming, 14 Jun 2026

BNews-JATENG- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memantau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah. Pemantauan dilakukan di Posko SPMB Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMA Negeri 3 Semarang, Sabtu (13/6/2026).

Dari hasil pemantauan tersebut, pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Tengah berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Beberapa kendala yang muncul umumnya berkaitan dengan penggunaan aplikasi pendaftaran oleh calon peserta didik maupun orang tua siswa.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Kantor Dinas Pendidikan maupun Kantor Cabang Dinas Pendidikan, permasalahan yang paling sering ditemui adalah kesulitan dalam mengunggah data dan mengoperasikan sistem pendaftaran secara daring.

“Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya,” jelas Luthfi disela pantauan.

Ahmad Luthfi mengapresiasi kesiapan dan dedikasi petugas SPMB yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pada hari libur.

Menurutnya, pelayanan maksimal perlu diberikan agar proses penerimaan siswa baru berjalan lancar dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.

Di SMA Negeri 3 Semarang, Luthfi juga melihat para guru tetap bersiaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pendampingan terkait proses pendaftaran.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang,” kata Luthfi.

Tegaskan SPMB Berintegritas

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB melalui slogan “No Titip-titip, No Jastip”.

Menurutnya, seluruh proses penerimaan peserta didik baru harus berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku. Seluruh petugas SPMB diminta memberikan pelayanan terbaik tanpa adanya praktik titipan maupun perantara.

Ia menegaskan bahwa kuota dan jalur penerimaan telah ditetapkan sejak awal sehingga setiap calon siswa memiliki kesempatan yang sama untuk diterima sesuai ketentuan.

Untuk jenjang SMA Negeri, kuota penerimaan terdiri atas jalur domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.

Sementara pada SMK Negeri, kuota penerimaan meliputi jalur prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen.

“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orangtua/wali murid dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” katanya saat menyapa petugas SPMB di Kantor Cabang Dimas Pendidikan secara daring.

Sistem Diperkuat dengan Teknologi Cloud

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menjelaskan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan penguatan sistem teknologi informasi; untuk mendukung pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.

Penguatan dilakukan dengan menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah serta perusahaan teknologi Alibaba.

Menurut Sadimin, penggunaan teknologi cloud server dengan fitur auto scaling memungkinkan kapasitas server meningkat secara otomatis ketika; terjadi lonjakan jumlah pendaftar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gangguan sistem maupun penurunan performa layanan saat proses pendaftaran berlangsung.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem cadangan atau backup multi-zone yang memungkinkan proses pendaftaran tetap berjalan apabila; salah satu pusat data mengalami gangguan.

“Dari sisi keamanan, kami juga memperkuat sistem perlindungan data agar informasi pribadi calon peserta didik tetap aman selama; proses pendaftaran berlangsung,” jelasnya.

“Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa, dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” katanya.

Dengan penguatan sistem tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih baik, transparan; dan memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh masyarakat. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less