Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Alkohol Maut di Kuwait: 23 Nyawa Melayang, 160 Orang Jadi Korban

Alkohol Maut di Kuwait: 23 Nyawa Melayang, 160 Orang Jadi Korban

  • calendar_month Sen, 18 Agu 2025

BNews–INTERNASIONAL– Warga Kuwait digemparkan oleh kasus minuman beralkohol beracun yang diproduksi secara ilegal di dalam negeri. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 23 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami kebutaan permanen.

Kementerian Dalam Negeri Kuwait melaporkan, pihak kepolisian telah menangkap 67 orang yang diduga terlibat; dalam produksi dan distribusi minuman beralkohol beracun tersebut. Padahal, Kuwait telah melarang impor alkohol sejak 1964 dan sejak 1980-an; juga mengkriminalisasi konsumsi minuman keras di negara itu.

Meskipun dilarang, sejumlah pihak tetap memproduksi alkohol secara ilegal di lokasi-lokasi tersembunyi yang tidak memiliki standar keamanan. Kondisi inilah yang meningkatkan risiko keracunan bagi konsumen.

Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri menyebut telah menyita enam pabrik beroperasi dan menemukan empat pabrik lain yang belum digunakan di kawasan pemukiman maupun industri.

Selain itu, aparat juga menangkap otak dari jaringan kriminal tersebut, yakni seorang warga negara Bangladesh; serta seorang tersangka asal Nepal yang menjelaskan secara rinci bagaimana alkohol beracun diproduksi dan dipasarkan.

Kementerian Kesehatan Kuwait menyebut jumlah korban terus meningkat. Hingga Senin (18/8/2025), tercatat 160 orang menjadi korban, dengan 23 orang meninggal dunia.

“Rumah sakit telah menangani 63 kasus keracunan alkohol akibat konsumsi minuman yang terkontaminasi metanol sejak Sabtu lalu,” ungkap Kementerian Kesehatan dalam keterangan resminya yang dikutip Reuters.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dari data resmi, keracunan massal ini menyebabkan 21 orang mengalami kebutaan dan gangguan penglihatan, 51 orang harus menjalani dialisis segera, serta 31 pasien terpaksa menggunakan ventilator.

Semua korban diketahui berasal dari komunitas ekspatriat Asia yang tinggal dan bekerja di Kuwait.

Sebagai informasi, mayoritas penduduk Kuwait berasal dari kalangan pekerja migran Asia Selatan. Mereka banyak bekerja di sektor konstruksi, jasa rumah tangga, dan ritel.

Kasus keracunan massal ini pun menjadi peringatan serius mengenai risiko produksi dan konsumsi minuman beralkohol ilegal di negara yang melarang peredarannya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less