Ambarawa Kembali Diguncang Gempa, Gedung SD Nyaris Ambruk

BNews—AMBARAWA— Kabupaten Ambarawa kembali diguncang gempa pada Kamis, (4/11) sekitar pukul 05:17WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut magnitudo 2,6 dengan episenter pada koordinat 7.28 LS dan 110.36 BT.

”Tepatnya di darat pada jarak dua kilometer arah Barat Laut Ambarawa dengan kedalaman satu kilometer,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie dalam keterangan resminya, Kamis (4/11).

Dengan memperhatikan magnitudo, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa swarm ke-41 yang terjadi di Ambarawa dan sekitarnya. Guncangan gempa swarm ini dirasakan di Ambarawa dalam skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

”Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” pesan dia.

Sementara itu, akibat diguncang rentetan gempa bumi, dilaporkan terjadi kerusakan dibeberapa bangunan. Tercatat tiga ruangan kelas sebuah sekolah dasar (SD) di Ambarawa, Kabupaten Semarang, dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah dan nyaris ambruk.

Dampaknya, tiga ruang kelas SD Kupang 01 Ambarawa pun tidak bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Guncangan rentetan gempa yang terjadi pekan lalu mengakibatkan beton penyangga atap ruang kelas 3A, 3B dan 4A mengalami keretakan dan nyaris ambruk.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Agar tidak jebol, pihak sekolah terpaksa menopang atap kelas dengan menggunakan sejumlah bambu. Kondisi ini berimbas pada terganggunya proses pembelajaran tatap muka di SD Kupang 01 Ambarawa.

”Sebanyak 90 siswa yang biasanya menempati tiga ruang kelas tersebut terpaksa harus dipindahkan ke kelas lain saat kegiatan belajar mengajar,” ungkap guru SD Kupang 01 Ambarawa, Agustin.

Pihak sekolah juga harus membagi dua sesi pembelajaran tatap muka pada pagi dan siang hari. Murid kelas satu, dua dan tiga masuk pagi hari. Sedangkan murid kelas empat, lima dan enam masuk pada siang hari.

”Kami mohon bantuan dari Dinas, karena ini karena untuk kenyamanan dan keamanan siswa, takutnya kan kalau terjadi apa-apa. Mengingat sebentar lagi akan di gelar ujian tengah semester bagi para siswa,” harapnya. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: