Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Antisipasi Al Qur’an Palsu, Kemenang RI Lakukan Pembinaan Di Muntilan

Antisipasi Al Qur’an Palsu, Kemenang RI Lakukan Pembinaan Di Muntilan

  • calendar_month Jum, 21 Jan 2022

BNews–MAGELANG– Antisipasi isu soal Al Qur’an Palsu,  Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran Balitbang Diklat Kementerian Agama RI terus bergerak. Bukan hanya palsu, namun soal surat Al Qur’an Baru yang muncul diera digital sekarang ini.

Kepala Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran Balitbang Diklat Kementerian Agama RI, Dr KH Muchlis M Hanafi MA mengatakan; tugas Lajnah Al Qur’an Kemenag RI adalah melakukan pembinaan dan pengawasan Al Qur’an terhadap peredaran Mushaf Al Qur’an baik itu cetak maupun digital.

Untuk Al Qur’an digital, lanjutnya pihaknya juga melakukan Pentasehehan terhadap aplikasi Al Qur’an digital dan sekiranya ada aplikasi yang menimbulkan keresahan. Ada kesalahan dan sebagainya tentu kita akan mengambil langkah koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk menghentikannya.

“Sejauh ini kita belum menemukan aduan kesalahan kekeliruan dari masyarakat baik dalam bentuk cetakan maupun digital,” kata Muchlis  dalam acara Diseminasi Hasil Kajian Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur’an (LPMQ) di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan Kabupaten Magelang Kamis (20/01/2022).

Dijelaskan Muchlis, pihaknya memang menemukan beberapa kesalahan yang beredar di media sosial. Namun setelah di telusuri itu hanya pekerjaan orang orang yang iseng saja merubah rubah mengedit.

Persoalan ini, menurut Muchlis tidak hanya diserahkan kepada pemerintah semata. Tetapi pemeliharaan Al Quran ini juga membutuhkan partisipasi masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Karena, menurutnya Al Quran ini terpelihari keasliannya tidak sekadar dalam bentuk dan tulisannya. Namun sudah ada didalam hati para penghafal Al Quran.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Maka melalui kegiatan sosialisasi di Pesantren Al Iman ini Muntilan ini pemahaman Al Qur’an yang baik dan benar diharapkan dapat melahirkan  kehidupan keagamaan kita tetap aman dan damai.

Dikatakan Muchlis Silaturahmi dipesantren Ini, juga menjadi bagian dari mengembangkan literasi Al Qur’an; terutama dalam kontek penguatan moderasi beragama yang saat ini menjadi agenda nasional dalam pembangunan di negara ini.

Muchlis menghimbau jika masyarat menemukan kesalahan jangan cepat cepat diviralkan. Tapi laporkan kepada kami. Karena dimungkinkan kesalahan itu terjadi karena human error dan tehnikal error.

“Terkait sangsi, jika itu dilakukan secara sengaja dan menimbulkan keresahan ditengah masyarakat tentu kita akan berkoordinasi dengan pihak pihak terkait,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Pondok Pesantren Al Iman Muntilan Muhammad Zuhaery MA mengungkapkan aplikasi Edukasi pengajaran Al Qur’an terhadap para santri terus dilakukan. Yakni dengan membaca, memaknai untuk dimengerti dan di praktikan dalam kehidupan sehari hari.

Untuk itu, lanjutnya selain membaca anak anak (santri) juga dituntut faham setiap kosakata Al Qur’an. Literasi dan pemahaman terhadap Al Qur’an masuk dalam kurikulum pendidikan Ponpes ini.

Bahkan unttuk menjawab tantangan jaman dalam konteks digitalisasi pihak Pesantren Al Iman Muntilan juga terus beradaptasi. Yakni dengan penerapan kurikulum pendidikan Al Qur’an hingga 30 persen. Hal itu sebagai upaya menciptakan generasi Milenial yang agamis.

“Kurikulum kita sampai si anak mampu membaca menerjemahkan dan memaknai Al Qur’an. Kemudian dihafal, harapannya itu membentuk perangai (karakter) anak anak,” harapnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less