Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Warga Lereng Merapi Srumbung Magelang Kembalikan Tebing Jadi Tanggul Alami

Warga Lereng Merapi Srumbung Magelang Kembalikan Tebing Jadi Tanggul Alami

  • calendar_month Sab, 5 Feb 2022

BNews–MAGELANG-– Puluhan warga lereng merapi ini bergotong royong memutus akses jalan menuju kawasan tambang eks Desa Ngori Kecamatan Srumbung (4/2/2022). Mereka adalah warga Kemiren Srumbung.

Jalan tersebut berupa sebuah tebing yang akan dipulihkan menjadi tanggul alami untuk menghalau terjangan lahar dingin dari erupsi Gunung Merapi bila sewaktu-waktu terjadi.

Akses yang diputus itu berada di area Bego (Backhoe) Pendem, sebuah lahan bekas tambang pasir di aliran Sungai Bebeng.

Kepala Dusun Kemiren, Triyono mengatakan, sebenarnya akses ini merupakan tebing yang berfungsi sebagai tanggul alami. Sehingga warga memutuskan untuk mengeruk akses tersebut dengan alat berat pada Kamis, (3/2).

Komitmen menjadikan tanggul alami lantas ditegaskan dengan kegiatan penanaman sejumlah bibit pohon sengon di bekas jalan hilir mudiknya truk-truk pengangkut pasir tersebut.

“Kalau (tebing) tidak dikembalikan lagi (jadi tanggul alami), ketika ada banjir lahar dingin, banjirnya bisa mencapai ke perkampungan warga,” ungkapnya di sela kegiatan penanaman pohon sengon, Jumat (4/2).

Perlu diketahui, dari update BPPTKG Yogyarkata saat ini status Gunung Merapi masih di level Siaga.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara update laporan aktivitas merapi juga dilaporkan untuk periode tanggal 28 Januari 2022 sampai 3 Februari 2022. Laporan tersebut dibagikan BPPTKG melalui akun twitter resminya pada Jumat sore kemarin (4/2/2022).

Dilaporkan cuaca di sekitar Merapi umumnya cerah pada pagi & malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Minggu ini teramati 2 kali awanpanas guguran ke arah barat daya (Kali Bebeng) dgn jarak luncur 2–2.5 km.

Guguran lava teramati sebanyak 133 kali ke arah barat daya dominan ke Kali Bebeng dgn jarak luncur maksimal 2.000 m; dan 1 kali guguran lava ke arah barat laut (hulu Kali Apu dan Trising) dgn jarak luncur 300 m.

Berdasarkan analisis morfologi, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan baik pada kubah lava barat daya maupun kubah tengah. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3 dan kubah tengah sebesar 3.007.000 m3.

Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 1,6 cm/hari.

Intensitas curah hujan sebesar 167 mm/jam selama 70 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 3 Februari 2022 dan dilaporkan adanya banjir lahar hujan di Kali Boyong dan Kali Kuning.

BPPTKG juga memberikan kesimpulan yakni  Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.

Lalu potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan – barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Dan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi; serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less