Astaga, Jumlah Perokok Umur 10 Sampai 18 Tahun Capai 9,1 Persen

BNews—NASIONAL—Jumlah perokok rentang umur 10 sampai 18 tahun telah mencapai 9,1 persen. Dapat diartikan bahwa 9 dari 100 anak di rentang usia tersebut sudah merokok.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Nirwala Dwi Heryanto. Terkait hal tersebut, ia menyampaikan bahwa setidaknya ada empat aspek yang ingin dicapai dengan kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT).

Salah satunya adalah soal pengendalian konsumsi. ”Makanya itu di RPJMN itu jelas nanti pada 2024 ditargetkan dari 9,1 persen turun menjadi 8,7 persen,” ujarnya, Kamis (24/12). Dikutip dari Batampos.

Kemudian, soal optimalisasi penerimaan negara, keberlangsungan tenaga kerja, serta terkait dengan peredaran rokok ilegal.  ”Jadi empat hal ini yang harus dipikirkan bersama-sama kemudian diramu,” tuturnya.

Sementara itu, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati pesimistis, kenaikan CHT dapat mewujudkan empat aspek tersebut. Menurutnya, harga rokok memang menjadi lebih elastis dengan dinaikkannya CHT.

Di kawasan Asia, Indonesia menempati urutan ketiga dalam hal keterjangkauan harga rokok. Sedangkan di kawasan ASEAN, Indonesia menempati peringkat 12. Ia menduga, masyarakat bakal beralih ke rokok ilegal sebagai substitusinya.

”Nah artinya, saya nggak bisa langsung menyimpulkan bahwa kenaikan CHT tidak mempengaruhi prevalensi, tidak. Tetapi berarti dari data ini, kenaikan CHT bukan satu-satunya instrumen untuk menurunkan prevalensi rokok,” imbuhnya.

Ia pun menilai, kebijakan kenaikan tarif CHT tak menjawab persoalan prevalensi rokok. Apalagi soal peningkatan penerimaan negara karena industri dihantam oleh kondisi pandemi.

”Justru mendorong peredaran rokok ilegal yang akan memperlemah kinerja industri yang ujungnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Kalau empat pilar itu tidak terjawab semua lalu kenaikan CHT ini untuk apa,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: