Banjir Bandang di Borobudur, 2 Rumah Rusak dan 11 Ekor Kambing Mati

BNews–MAGELANG– Banjir bandang terjadi di lereng menoreh Kabupaten Magelang pada Selasa siang (11/10/2022). Sebanyak 11 ekor kambing mati dan dua keluarga mengungsi.

Kejadian bencana alam tersebut terjadi di Dusun Nalan 2 Desa Kenalan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Hal tersebut dibenarka Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Waseso saat dihubungi Borobudurnews.com selasa petang (11/10/2022).

“Benar terjadi banjir bandang di lokasi tersebut,” katanya pada pesan singkatnya.

Edy juga membenarkan laporan data yang diterima Borobudurnews.com. Bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 13.00 wib.

“Untuk penyebabnya karena terjadi hujan dengan intensitas deras dan terjadi tanah longsor,” imbuhnya.

Untuk dampak dalam bencana tersebut, Edi menyebutkan terdapat dua rumah warga rusak. “Dua rumah ini miliki Sri Asih dan Kabito. Dua keluarga tersebut sementara mengungsi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya terdapat 1 kandang ternang rusak milik Sadiman dan salura peralon untuk pengairan satu dusun putus. “Dan untuk di dalam kandang itu ada ternak kambing. Dilamporkan terdapat 11 ekor kambing mati,” terangnya,

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dijelaskannya untuk kronologi kejadian bermula terjadi hujan dengan intensitas deras di Kecamatan Borobudur pada selasa, 11 Oktober 2022. Dimana hujan tersebut menyebabkan terjadinya tanah longsor yang disusul dengan banjir bandang di lokasi tersebut.

“Hasil kajian yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Magelang di lapangan , banjir bandang disebabkan oleh tebing yang longsor. Dengan dimensi tinggi 50 m dan panjang 30 m dengan kemiringan tebing 75 derajat,”paparnya.

“Adapun jarak tebing dengan lokasi kejadian sekitar 100 m. Bamun dikarenakan curah hujan yang tinggi dan tebing yang curam maka tanah menjadi gembur; material longsoran berupa bebatuan, kayu dan rumpun bambu yang terbawa sampai kebawah,” ungkapnya.

Edi menyebutkan bahwa di kawasan tersebut masih berpotensi terjadi longsor susulan. “Hal ini karena di sekitar tebing dan makhota longsor masih jenuh air dan tanah gembur,” tegasnya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!