Banyak Surat Suara Jadi Tahapan Krusial Kerumitan Pemilu 2024

BNews- MAGELANG- Pemilu 2024 adalah kerumitan di tahapan krusial yang memiliki potensi pengulangan, seperti Pemilu tahun 2019. Karena Pemilu masih menggunakan lima surat suara dan Pilkada menggunakan satu atau dua surat suara. Sedangkan calon legislative kalah popular dengan calon eksekutif yang berpotensi menimbulkan politik transaksional.

“Keterlibatan ASN, Pengawasan Cyber, Hoax, SARA dan netralitas penyelenggaran menjadi penting,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang; MH Habib Sholeh S.S pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Magelang, di Hotel Atria, Senin (27/9-2022).

Menurut Habib, regulasi yang tidak berubah, pejabat kepala daerah masuk tahapan saling beririsan, begitu juga dengan transisi di KPU maupun Bawaslu; akan menjadi problem tersendiri, karena terhambatnya regulasi teknis PKPU – Perbawaslu, sehingga beban kerja penyelenggara Pemilu semakin besar.

Guna mengatisipasi kerumitan itu, diperlukan adanya inovasi pencegahan, yakni memperbanyak pemantau Pemilu (Bawaslu) dan Pilkada (KPU); membentuk kader pengawasan partisipatif, melaksanakan pendidikan pengawasan kepemiluan melalui sekolah kader pengawasan partisipatif (SKPP); membentuk desa/kampong pengawasan dan desa, kampong anti politik uang, keluarga anti money politics.

Selain itu, lanjut Habib, memperkuat pendidikan politik di lingkungan akademik melalui program Bawaslu mengajar, memperbanyak MoU dalam kerja sama antar lembaga, membantuk Saka Adhyaksa Pemilu, membuat buku dan menuklis buku desa Apu, menulis buku melawan politik uang dan lainnya.

Mantan Ketua Bawaslu periode 2011 – 2012, Bambang Eka Cahya Widodo S.IP MSi menambahkan, Pemilu merupakan sarana partisipasi masyarakat dalam membuat keputusan penting tentang apa yang penting bagi bangsa; dan memilih siapa yang dipercaya menjadi memimpin bangsa melalui proses politik.

“Maka partisipasi politik warga masyarakat ke dalam bentuk electoral activity, menjadi bentuk kegiatan secara langsung ataupun tidak langsung berkaitan dengan Pemilu/Pilkada,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bentuk partisipasi masyarakat dalam Pemilu/Pilkada sangat beragam, antara lain menjadi pemilih, memastikan diri sendiri; dan orang terdekat terdaftar dalam DPT (daftar permilih tetap) untuk menyuarakan hak politiknya.

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Pelibatan Sejak Dini Partisipasi Magelang Dalam Pengawasan Pemilu 2024” dibuka Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang; MH Habib Sholeh, juga nara sumber Dwi Anwar Kholid S.Pdi dan moderaton Fanny Rachmawati.

Menurut Basmbang Eka Cahya W, menjadi petugas penyelenggara maupun pengawas, menjadi pemantau Pemilu; menjadi Caleg atau tim sukses dan sebagainya, merupakan partisipasi aktif dalam pelaksanaan Pemilu/Pilkada. Karena pemilian umum adalah proses politik yang paling melibatkan masyarakat sejak awal, dari mulai pendaftaran pemilih; pendaftaran peserta Pemilu, kandidasi para calon, kampanye hingga pemungutan suara.

Jadi, aktivitas pemilihan umum memerlukan ketertiban aktif masyarakat, baik sebagai pemilih, petugas, pelaku politik maupun pemantau pemilu. “Sebab tidak ada aktivitas politik yang paling massif melibatkan masyarakat, adalah pemilian umum,” ujarnya.

Partisipasi adalah penentuan sikap dan keterlibatan diri pada setiap individu dalam situasi dan kondisi suatu kelompok, sehingga pada akhirnya mendorong individu tersebut untuk berperan serta dalam pencapaian tujuan dalam suatu kelompok, serta ambil bagian dalam setiap pertanggunghawaban bersama.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang, Anni Syarifan SE, M.Ec, Dev melaporkan, ada sekitar 75 orang peserta; dari Forum Disabilitas Magelang, pelajar, ormas NU, Muhammadiyah, Fatayat dan Muslimat NU, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Aisyah, PKK; Prsit, Bayangkari, sahabat perempuan, PMII, HMI, GMNI, Mafindo, KNPI, PWI, Pramuka dan lainnya.

“Sosialisasi Pengawasan Partisipatif mengambil tema “Pelibatan Sejak Dini Partisipasi Magelang Dalam Pengawasan Pemilu 2024”; hal sebagai upaya mensukseskan Pemilu 2024 dan Pilkada serentak 2024, dan Bawaslu Kabupaten Magelang mendorong peran serta masyarakat dalam pengawasan,” pungkasnya. (al)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: