Begini Aksi Unik Sekdes Margoyoso Salaman Usai Dinyatakan Negatif Covid-19

BNews—SALAMAN— Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Margoyoso di Kecamatan Salaman bernama Marjan Triyono melakukan aksi jalan kaki sepanjang lima kilometer. Laku tak biasa yang dilakukan aparatur desa ini merupakan nazar usai dinyatakan negatif covid-19 berdasarkan hasil swab dua kali.

Marjan menunaikan nazar jalan kaki dari Puskesmas Salaman II menuju Kantor Desa Margoyoso sejauh lima kilometer mulai pukul 09.00 sampai 10.30.

Dalam perjalanan, ia juga mendapat dukungan moril langsung oleh pemerintah desa setempat, komunitas sepeda ontel hingga warga. Sambil mengenakan rentengan keplek ’Sosialisasi Hidup Sehat’ yang dikalungkan di leher, puluhan orang yang simpatik mengawal dari belakang.

”Nazar ini sebagai bentuk rasa syukur saya karena hasil swab menyatakan negatif dan tidak terpapar covid. Selama menjalani karantina di rumah, saya terus berdoa mudah-mudahan negatif. Dan Alhamduillah, doa saya terkabul,” haru Marjan kepada Borobudur News saat diwawancara melalui sambungan selular, Selasa (21/7).

Sekdes Marjan Triyono dan Kades Margoyoso Adidaya Perdana (jaket training) bersama unsur masyarakat melakukan doa bersama.

Selama perjalanan ia mengenakan kalung keplek yang berisi sosialisasi. Imbauan dalam bentuk tulisan itu diantaranya wajib mengenakan masker, jaga jarak minimal satu meter saat berkumpul hingga cuci tangan menggunakan sabun.

”Setelah kejadian itu, saya ada keinginan juga untuk sekalian kampanye hidup sehat. Mengingatkan bahwa masyarakat tetap harus waspada karena pandemi covid masih ada,” kata pria 52 tahun itu.

Marjan menceritakan, awal mula dirinya tidak sengaja melakukan kontak dengan pasien positif corona ketika sang pasien datang ke kantor desa untuk mengurus administrasi. Pertemuan tersebut terjadi pada hari Rabu 8 Juli 2020.

”Hari Jumat siang, (10/7), saya mendapat kabar dari keluarga pasien kalau dia (pasien) positif covid-19. Pihak desa kemudian berkoordinasi. Dan puskesmas serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Kabupaten Magelang menyarankan melakukan karantina mandiri di rumah,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Keluarga berikut anak-anak Marjan saat itu langsung diungsikan ke rumah sang nenek. Sementara ia tinggal sendiri di rumah. Tanggal 13-14 Juli 2020, dirinya dilakukan uji swab sebanyak dua kali.

”Saya saat itu harap-harap cemas. Warga juga demikian karena sama-sama menunggu hasil swab keluar. Saya terus berdoa semoga negatif,” jelas warga Dusun Tobong 03/01, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman itu.

Sekdes Marjan Triyono melakukan nazar jalan kaki sekaligus mengkampanyekan hidup sehat dengan bekal keplek berisi imbauan protokol kesehatan

Meski saat itu diakui tubuhnya sehat bugar, ia tetap berupaya menjaga dan meningkatkan agar tubuh tetap prima. Ia berolahraga dengan mencangkul hingga berjemur terik matahari.

”Saya perbanyak mengkonsumsi vitamin. Dan sebagai orang desa, saya juga rutin minum air kelapa muda karena bermanfaat untuk memulihkan stamina,” terangnya.

Sepanjang dikarantina pula, ia berjanji pada diri sendiri. Andai dirinya dinyatakan negatif covid berdasarkan hasil swab, ia akan berjalan kaki dari Puskesmas II Salaman menuju Kantor Desa Margoyoso.

”Hasil swab saya terima Minggu malam (20/7) pukul 19.00 WIB. Alhamdulillah, hasil uji swab ke dua negatif. Sujud syukur saya, Mas. Ini juga berkat doa semua warga. Paginya (20/7), langsung saya tunaikan nazar jalan kaki,” paparnya.

Kepala Desa Margoyoso Adidaya Perdana menuturkan, peristiwa yang tidak sengaja menimpa sekdes mengisyaratkan jika pandemi belum berakhir. Bahkan, ia mewanti-wanti kepada seluruh warganya untuk tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan.

”Saya mengimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dan karena warga disini mayoritas muslim, saya meminta mereka untuk menjaga wudu dan jangan meninggalkan salat lima waktu. Sebagai bentuk ikhtiar,” tuturnya.

Adidaya juga memastikan, pascadinyatakan negatif, pelayanan di kantor pemerintahannya tetap berjalan normal seperti biasa. Pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada warga di berbagai forum.

”Yang pasti, ke depan ada kesadaran bersama saat warga meminta pelayanan dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan harapan, peristiwa ini jangan sampai kembali terjadi,” pungka dia. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: