Tingkatkan Kompetensi SDM Desa Wisata di Magelang, Kemenparekraf Gelar Bimtek Pendampingan

BNews—MAGELANG—Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif., mengadakan bimbingan teknis pendampingan desa wisata di Regional 1B (Jawa) di Hotel Atria, Kamis (1/10/2020).

Kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi dan pembekalan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Guna mengelola desa wisata dalam hal Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19. 

Bimtek tersebut meliputi sadar wisata, sapta pesona, Clean Healt Safety and Environment (CHSE), pelayanan prima, dan potensi produk wisata agar dapat diterapkan dalam pengembangan desa wisata terkait.

Plt. Kepala Dinas Patiwisata Kepemudaaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, sangat penyambut baik kegiatan ini. ”Menerapkan AKB ini tidak mudah. Maka perlu ada pelatihan dan pendampingan bimbingan teknis ini sangat penting. Sebab AKB ini harus terus dilakukan terutama di sektor pariwisata,” kata Iwan.

Dia menjelaskan ada banyak adaptasi kebiasaan baik bagi destinasi, tempat, pelaku, dan wisatawan. Menurutnya, semua tempat sebenarnya unik, dan tugas Pokdarwis yang mendapatkan bimtek adalah mencari keunikan dari produk yang akan dijual.

”Jadi tidak saling mematikan tetapi bisa saling bersinergi. Satu tempat dan tempat yang lain ini, bisa menjadi satu paket wisata. Sebab memiliki keunikan masing-masing, itu yang perlu didorong dalam kesempatan yang baik,” ujarnya.

Iwan menyebut bahwa Kabupaten Magelang telah memiliki Perda yang mengatur tentang pariwisata. Yakni rencana induk pembangunan pariwisata Kabupaten Magelang tahun 2014-2034.

Loading...

”Visinya sangat jelas yaitu terwujudnya Kabupaten Magelang sebagai kabupaten wisata yang berdaya saing dan berwawasan budaya,” kata Iwan.

Tambah dia, bahwa Kabupaten Magelang berada pada lokasi yang sangat strategis. ”Beruntung kita berada dalam kawasan strategis pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur ditambah lagi kita sekarang Destinasi Super Prioritas yang pasti memberikan dampak,” imbuhnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Deputi Bidang Sember Daya dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif yang diwakili oleh Fungsional Madya, Denny Farabi, menekankan pada poin CHSE. Poin tersebut berfungsi untuk mengantisipasi jika nanti jika ada wisatawan yang reaktif.

”Kedepannya nanti wisatawan tidak lagi bergerombol, bisa juga family dan backpacker akan lebih banyak lagi. Maka kita harus siap,” ujarnya.

Dia juga mengimbau agar Pokdarwis tidak menyepelekan pelayanan prima. Sebab saat ini masyarakat bisa memberikan penilaian hanya menggunakan jempol, yakni ada pada sosmed dan dampaknya sangat luar biasa.

Dia pun berharap kegiatan tersebut dapat memberikan progres bagi Pokdarwis di sekitaran Kabupaten Magelang dan Temanggung. Serta bermanfaat bagi desa wisata yang didampingi oleh perguruan tinggi.

”Dan makin banyak wisatawan nusantara maupun manca negara yang berkunjung ke desa wisata Indonesia, khususnya yang berkunjung ke Kabupaten Magelang,” pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: