Berbagai Mitos Yang Sebabkan Batal Melangsungkan Pernikahan

BNews–NASIONAL– Pernikahan adalah sebuah hal yang sangat sakral bagi pasangan manusia. Namun pernikahan bisa gagal atau batal dengan berbagai penyebab, bahkan sampai mitos yang masuk akal atau tidak.

Berbagai alasan pernikahan bisa gagal yang masuk akal misalnya si dia ketahuan berselingkuh atau ketahuan sifat buruknya.

Jika kejadiannya seperti itu, wajar pernikahan dibatalkan.

Namun tidak sedikit penyebab gagal nikah ini lantaran terkait mitos atau kepercayaan masyarakat tertentu.

Setiap pasangan tentu menginginkan hubungan cinta mereka bisa berlanjut ke pernikahan.

Namun bagaimana jika hubungan cinta Anda tidak berlanjut ke pelaminan hanya gara-gara alasan yang terdengar tidak masuk akal, Tentu hal tersebut menyakitkan.

Tips asmara kali ini membahas sejumlah mitos yang bisa menjadi penyebab gagal nikah. Dikutip borobudurnews.com dari berbagai sumber.

Loading...

Sebelum mantap untuk serius dengan pasangan, ada baiknya kalian perhatikan dulu beberapa larangan ini.

1. Weton

Weton seringkali digunakan untuk menunjuk ramalan yang berasal dari kebudayaan Jawa berdasarkan perayaan hari kelahiran dalam perhitungan kalender Jawa. Bagi masyarakat Jawa, saat akan melangsungkan pernikahan maka ada perhitungan weton untuk menentukan kecocokan pasangan.

Nantinya, berdasarkan perhitungan weton itu bisa diramalkan bagaimana nasib kehidupan pasangan tersebut. Bisa berjodoh atau juga tidak cocok. Namun, hasil weton yang memperlihatkan ketidakcocokkan membuat beberapa masyarakat percaya jika pernikahan tersebut sebaiknya dibatalkan.

2. Posisi Rumah

Pada beberapa daerah di Jawa, posisi rumah menjadi salah satu faktor penentu dalam pernikahan. Selain posisi rumah calon mempelai yang berhadapan dilarang untuk menikah, ada juga mitos tentang arah rumah.

Mitos yang disebut ngalor ngulon (utara barat) ini diyakini masyarakat Jawa sebagai pertanda buruk. Konon katanya calon pengantin yang letak rumahnya ngalor ngulon dilarang untuk menikah karena bisa menimbulkan kemalangan pada kehidupannya setelah menikah.

3. Pernikahan di Tahun Kabisat

Melaksanakan pernikahan di tahun kabisat dipercaya oleh orang-orang Jawa sebagai salah satu pantangan. Mereka yang meyakini mitos ini percaya bahwa menikah di tahun kabisat menyebabkan pasangan akan berpisah.

4. Kembar Buncing

Salah satu aspek kebudayaan tradisional Bali tentang kepercayaan kembar buncing atau manak salah menyatakan bahwa anak yang kembar pria dan perempuan harus dinikahkan.

Karena kelahiran kembar buncing akan mengakibatkan bahaya, maka mereka harus dinikahkan (incest) bila saatnya tiba.

5. Tak Boleh Menikah di Tahun yang Sama

Menurut adat Jawa ada kepercayaan bahwa tidak boleh ada kakak beradik yang menikah dalam tahun sama. Salah satunya pun harus mengalah untuk menikah dengan pasangannya di tahun berikutnya.

6. Nikah di Bulan Sura

Masih dalam tradisi dan adat Jawa, menikah pada Bulan Sura juga harus dihindari. Bulan Sura atau Muharram dipercaya sebagai salah satu bulan keramat yang tak diperbolehkan untuk melangsungkan pernikahan, jika dilanggar maka dapat mendatangkan malapetaka di antara dua keluarga.

7. Pernikahan Siji karo Telu (Jilu)

Anak pertama dan anak ketiga bagi kepercayaan masyarakat Jawa dilarang untuk menikah. Jika pernikahan ini berlangsung maka beberapa masyarakat percaya bahwa kehidupannya akan memiliki banyak cobaan. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: