Biaya Pajak Impor Diturunkan Pemerintah, Ini Besarannya

BNews—NASIONAL— Pemerintah resmi menurunkan ambang batas harga barang yang kena bea masuk barang impor. Namun, tarif pajak yang dikenakan pada barang impor juga turun. Aturan tersebut berlaku di bulan Januari 2020.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan dengan revisi aturan itu, tarif pajak yang dikenakan akan turun. Rinciannya, bea masuk tetap 7,5 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dan Pajak Penghasilan (PPh) 0 persen.

”Sehingga totalnya turun menjadi 17,5 persen untuk barang umum,” kata Heru Pambudi belum lama ini.

Dijelaskan Heru, pajak tersebut tidak dikenakan terhadap beberapa produk. Diantaranya tas dan sepatu. Termasuk produk tekstil seperti baju yang tarif bea masuk, PPN dan PPh menjadi bea masuk tarif normal.

Bila ditanya tarif, bea masuk tas berkisar antara 15-20 persen, sepatu 25-30 persen, tekstil 15-25 persen. Sedang PPN 10 persen dan PPh 7,5-10 persen.

”Kalau ditotal lebih tinggi karena ini ditunjukkan untuk menanggulangi dan melindungi (tas) tajur dan sebagainya,” jelasnya.

Imbuh dia, Kementerian Keuangan bakal melakukan komunikasi langsung ke sistem atau market place. Dalam sistem terhubung ini, maka akan dilakukan menelusuran mengenai data transaksi. Mulai dari jenis, jumlah dan data barang secara real time sehingga bisa dibaca oleh sistem Bea Cukai.

Loading...

”Ini untuk transparansi kita semua yang terlibat di dalam penanganan bisnis E-Commerce. Baik dari pengusaha dan pemerintah sendiri,” pungkas Heru. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: