Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Alasan Pedagang Daging Sapi di Magelang Mogok Jualan 3 Hari

Alasan Pedagang Daging Sapi di Magelang Mogok Jualan 3 Hari

  • calendar_month 1 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Pedagang daging sapi di Magelang meliburkan diri dari aktivitas berjualan selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (18-20/6/2026). Langkah ini terpaksa diambil sebagai bentuk protes dan keprihatinan atas kelangkaan pasokan sapi hingga mahalnya harga daging.

Di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang pada Kamis (18/5/2026) pagi WIB, terlihat los pedagang daging sapi sepi. Tidak ada pedagang daging sapi yang beraktivitas.

Ketua paguyuban pedagang daging sapi, Maryati mengatakan bahwa para pedagang daging sapi libur berjualan selama tiga hari karena kelangkaan pasokan daging sapi dan mahalnya harga daging.

“Kita libur sebetulnya karena fenomena yang setiap tahun ada, kelangkaan sapi dan harga terlalu tinggi. Namun tahun ini tinggi sekali (harganya),” kata Maryati kepada wartawan, di Pasar Rejowinangun, Kamis (18/6/2026).

Dia menyebut, aksi ini juga bertujuan untuk memberi tahu para konsumen bahwa daging sapi langka dan harganya mahal.

“Jadi kalau harganya dinaikkan, (semoga) tidak keberatan. Naiknya sekitar Rp5 ribu, dari Rp140 ribu ke Rp145 ribu. Dari yang Rp130 ribu jadi Rp135 ribu. Kan gradenya masing-masing,” ujarnya.

“Diharapkan masyarakat bisa menerima. Karena memang kelangkaan dan mahalnya sapi,” sambungnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Dia berharap harga jual daging sapi bisa dinaikkan sedikit agar pedagang tidak rugi.

“Kita tidak bisa menuntut sapi ada, harga murah karena memang kondisi. Kita maunya harganya sedikit lebih naik biar kita tidak rugi,” ujarnya.

Menanggapi pedagang daging sapi yang libur jualan selama tiga tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan OPD terkait khususnya Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM).

“Kami dengan DPPKUM melakukan pemantauan lapangan. Jangan sampai momentum ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab memasukkan menjual daging yang tidak ASUH (aman, sehat, utuh dan halal),” kata Kepala Disperpa Kota Magelang, Agus Dwi Windarto.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan substitusi sementara/beralih sementara ke sumber protein yang lain seperti daging kambing, daging ayam, ikan dan lain sebagainya.

“InsyaAllah setelah tiga hari ini bisa aktif kembali. Kalau fenomena harga sapi tinggi dan karkasnya tinggi, harga naik tapi harapannya tidak terlalu tinggi,” imbuhnya.

“Kami dari sisi pemerintah punya hastag itu bagaimana agar para peternak dan petani sejahtera, penjual dan pedagang itu untung. Masyarakat bisa nyaman dengan keterjangkauan harga. Ini harus kita sikapi bersama dengan bijak,” lanjutnya.

Kepala Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Labkesmavet) Kota Magelang, drh. Lina Wanti mengatakan bahwa harga sapi hidup itu Rp60 ribu per kilogram.

“Berat sapi hidup Rp60 ribu per kilogram. Itu sebenarnya sudah agak tinggi karena bagi di jagal itu harga yang paling masuk akal itu di kisaran Rp57 ribu. Tetapi memang saat ini harga bakalan dari sapi mudanya itu memang sudah mahal,” jelasnya. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less