Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Harga Pertamax Tembus Rp16.250, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Khusus Jaga Daya Beli Warga

Harga Pertamax Tembus Rp16.250, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Khusus Jaga Daya Beli Warga

  • calendar_month 21 menit yang lalu

BNews-JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) di wilayah Jawa Tengah.

Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah perubahan harga energi yang mulai berlaku secara nasional.

“Kita harus mencermati situasi dengan adanya kenaikan harga BBM. Kita harus menyiapkan terkait pergerakan kebutuhan pokok penting masyarakat,” kata Ahmad Luthfi di sela kegiatan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Luthfi, komoditas pangan menjadi sektor yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena berpengaruh langsung terhadap kebutuhan masyarakat sehari-hari. Meski hingga saat ini belum terjadi lonjakan harga bahan pokok penting di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif bersama sejumlah pihak terkait.

Pemprov Jawa Tengah menggandeng Bank Indonesia (BI), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan pemantauan kondisi pasar secara langsung guna mendeteksi potensi gejolak harga sejak dini.

“Pergerakan harga bahan pokok penting belum ada. Tetapi antisipasi sudah kita siapkan, koordinasi dengan BI, BUMD, dan stakeholder lain agar melakukan pantauan di lapangan,” jelasnya.

Luthfi menegaskan stabilitas harga bahan pokok menjadi salah satu faktor utama dalam pengendalian inflasi daerah. Oleh karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah bersama TPID kabupaten/kota dan BUMD terus diperkuat untuk melakukan pemantauan harga sekaligus menyiapkan langkah intervensi apabila diperlukan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selain pemantauan pasar, pemerintah daerah juga menyiapkan skema operasi pasar guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah itu juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kenaikan BBM untuk melakukan spekulasi harga maupun penimbunan bahan pokok yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Kalau itu ada kenaikan harga bapokting, maka BUMD kita harus mengambil alih. Bagaimana bahan pokok penting antara ketersediaan barang dan keterjangkauan harga bisa dinikmati masyarakat, sehingga inflasi bisa kita tekan,” tegasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan tarif baru BBM non-subsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dampak kenaikan BBM terhadap harga bahan pokok; dapat diminimalkan sehingga inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less