Wacana Jogja Lakukan PSBB Terus Dirapatkan, Dukungan Semakin Kuat

BNews—JOGJAKARTA-— Pecah rekor kembali kasus Covid-19 harian di DI Jogjakarta sebanyak 282 kasus perhari Selasa, (29/12/2020). Sementara itu, diketahui bersama bahwa menjelang malam pergantian Tahun Baru 2021 di Jogja masih akan diserbu wisatawan.

Oleh sebab itu, wacana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kian menguat. DPRD dan Pemda DIJ telah sepakat untuk mengambil langkah tegas.

DPRD DIJ, hari Selasa (29/12/2020), menggelar rapat dengan menghadirkan Pemda DIJ termasuk Sekda DIJ, Kadarmanta Baskara Aji. Hal ini untuk menyampaikan usulan langkah tegas yang harus segera diambil Pemda DIJ menjelang libur akhir tahun.

Wakil Ketua DPRD DIJ, Huda Tri Yudiana mengatakan, seluruh fraksi dan komisi telah menyepakati mengusulkan langkah tegas dari Pemda DIJ untuk dua hal. Yakni pembatasan pergerakan manusia dan penambahan kapasitas rumah sakit.

”Seberapa pun kapasitas disiapkan, kalau tidak ada pembatasan pergerakan manusia tetap tidak akan cukup. Sehebat apapun kita, kami mesti menyampaikan opsi, selama kenaikan 200-an mesti ada opsi pembatasan pergerakan manusia. Protokol kesehatan saja tidak cukup,” katanya.

Menurutnya yang diperlukan DIJ saat ini adalah ketegasan langkah karena menurutnya berbagai instruksi sudah dikeluarkan gubernur. Hal serupan juga dilakukan petugas di lapangan yang sudah kelelahan bahkan banyak yang ikut terpapar covid.

”Objek wisata menjadi sumber kerumunan, kalau tidak mampu lakukan pembatasan lebih baik ditutup. Tahun baruan dari televisi, handphone lebih aman. Yang diperlukan saat ini ketegasan langkah. Gugus tugas silakan pikirkan opsi pembatasan pergerakan masnusia terutama waktu tahun baru besok,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia menjelaskan dalam kondisi normal, penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan masih bisa dilakukan. Namun dalam kondisi seramai seperti pada libur Natal kemarin, petugas di lapangan sudah tidak mungkin mengontrol karena jumlah pengunjung puluhan kali lipat lebih banyak.

Kedua, pihaknya mendesak penambahan kapasitas rumah sakit baik kamar tidur maupun tenaga kesehatan. ”Ini untuk njagani kasus yang kemarin-kemarin. Kalau yang akan datang kita ga ngerti. Makanya jangan sampai terjadi lonjakan kasus. Kalau ada kurang anggaran ambil BTT (Belanja Tak Terduga), kalau kurang relokasi,” ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, untuk meningkatkan jumlah dokter dan perawat, Pemda DIJ bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi kesehatan. Yakni dengan membiayai mahasiswanya yang sedang melakukan koas, residensi atau SP2 dengan kualifikasi yang ditentukan gugus tugas.

”Dengan perpanjan status tanggap darurat perbulan Januari 2021, pemda bisa gunakan BTT Rp62 miliar. Pertanyaannya apakah refocusing 2021 per Januari sudah dirancang rencana operasinya belum?” tanyanya.

Sekda DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, kebijakan syarat antigen dan penutupan Tugu hingga Malioboro jika jadi, merupakan salah satu cara pembatasan pergerakan manusia. Untuk opsi PSBB, Gugus Tugas akan lakukan rapat pada Rabu pagi (30/12/2020).

”Yang kita belum punya rumus pembatasan dari Magelang masuk ke Jogja. Dibatasi, mencari tempat lain (untuk masuk). Ini kita harus cari strategi. Masukan sudah cukup banyak, besok pagi akan rapat di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) untuk ditindaklanjuti,” tutupnya (bsn/han).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: