HUT KOTA MUNGKID 36 PDAM

Bocah Kelas 6 SD di Muntilan Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya

BNews—MUNTILAN— Seorang bocah kelas VI SD, Elsa Erista Desyana, 15, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Sabtu siang, (25/1). Warga Dusun Sorogenen RT 6 RW 03, Desa Menayu, Kecamatan Muntilan itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi leher terikat.

Informasi yang dihimpun Borobudur News, peristiwa itu pertama kali diketahui kakak korban, Agung Pambudi, 20, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Agung menanyakan kepada ibunya, Salamah, tentang kabar adiknya. Maklum, sang adik sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi mengurung diri di kamar.

Iklan PT Segara Rizky HUT Kota Mungkid
BAPAS HUT KOKID 36

Agung lantas menghampiri kamar korban. Saat dipanggil, adiknya tidak menyahut. Ia kemudian mencoba membuka pintu untuk masuk, namun ternyata dikunci dari dalam.

Merasa curiga, Agung berupaya mendobrak pintu kamar korban. Betapa terkejut ketika dirinya melihat tubuh adik tergantung dengan posisi leher terikat selembar selendang yang diikatkan di belandar (balok di atap bangunan).

Mengetahui peristiwa tersebut, keluarga korban langsung menghubungi Babinsa Menayu, Koramil 14/ Muntilan, Sertu Edy Budianto. Sertu Edy, bersama petugas piket Koramil 14/ Muntilan dan Polsek Muntilan segera menuju rumah korban. Polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus mendata identitas korban.

”Korban dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan visum,” kata Sertu Edy yang turut membantu evakuasi korban.

VIDEO SISWI KELAS VI SD DI MUNTILAN BUNUH DIRI
Loading...

Saat dikonfirmasi Borobudur News, Kapolsek Muntilan, AKP Mudiyanto membenarkan peristiwa tersebut. Korban ditemukan kakak kandungnya, Agung, karena curiga adiknya saat itu tak kunjung keluar kamar.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Ibu korban kemudian meminta kakaknya menengok dan segera membangunkan adiknya. Karena kamar dikunci, diketuk tidak ada jawaban, kemudian didobrak dan ditemukan korban sudah gantung diri dengan sebuah selendang diikatkan dengan belandar,” jelasnya.

Perwira dengan tiga balok di pundak tersebut menerangkan, saat itu korban mengenakan kaus tim kesebelasan Persib Bandung berwarna biru dengan celana pendek warna hitam. Hasil olah TKP menyebutkan, korban gantung diri dengan mengaitkan selembar selendang sepanjang dua meter ke belandar.

”Ukuran belandar sampai leher 120 sentimeter. Sedang dari belandar ke lantai 270 sentimeter” terang dia.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban terdapat jeratan tali melingkar pada leher. Pupil mata deletasi total. Bocah dengan tinggi 150 sentimeter itu mengeluarkan air seni. Saat ditemukan, dokter memperkirakan meninggal tiga jam sebelum ditemukan.

”Korban gantung diri kira-kira pukul 08.00 WIB. Tubuh korban belum kaku. Hasil visum dokter menyebutkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Murni bunuh diri,” ungkap Mudiyanto.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif siswa SD itu nekat gantung diri. Beberapa bukti seperti selembar selendang dan pakaian yang dikenakan korban turut diamankan. Sementara beberapa saksi mata juga masih dimintai keterangan.

”Untuk motif masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Mudiyanto. (cr1/han)

Penulis: Wahid Fahrur Annas (Mahasiswa Magang IAIN Purwokerto)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: