Bodi Sangar Hati Hello Kitty, Preman Bertato Ini Nangis Lihat Jarum Suntik Vaksin

BNews—JATENG— Penampilan seorang warga binaan atau narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Purwokerto ini tampak sangar dan bertato. Namun ternyata ia takut dengan jarum suntik.

Akibatnya, sang napi dihinggapi rasa gelisah dan gemetar pada saat ia mengikuti vaksinasi yang digelar Lapas Purwokerto pada Senin (3/8). Hal itu dialami napi yang bernama Warso.

Sejak screening, ia sudah terlihat gemetar dan gelisah karena harus menghadapi jarum suntik. Para petugas medis kemudian merayu agar ia mengikuti vaksinasi. Maka ketika dipanggil, napi tersebut menutup mukanya dengan topi, supaya tidak melihat jarum suntik.

Tangan kanannya dipegang oleh petugas, sementara lengan tangan kirinya disiapkan untuk disuntik. Begitu disuntik. Ia tidak bisa menahan air matanya. ”Saya takut disuntik,” katanya.

Tak hanya itu, Misngad juga menitikkan air mata ketika mengikuti skrinning di hadapan petugas medis. Misngad mengatakan takut dan tidak mau ikut serta dalam vaksinasi yang digelar di Lapas Purwokerto tersebut.

Kemudian ia diminta untuk tenang. Setelah beberapa saat duduk, Misngad tetap dipanggil. Dengan langkah yang gemetar, dia duduk di kursi yang telah disiapkan. Dia  sama sekali tidak mau melihat jarum suntik yang disiapkan oleh petugas. 

Hanya sesaat saja jarum suntik vaksin mendarat di lengan kiri Misngad. Begitu, petugas menyatakan selesai, Misngad terlihat lega, walaupun rasa gemetar belum hilang.

”Saya nangis karena takut jarum. Sebelum divaksin, jarumnya saya suruh umpetin dulu. Sehingga Saya benar-benar tidak melihat jarum yang disuntikkan. Ternyata, hanya sakit sedikit. Saya malah tidak terlalu merasakan jarum yang disuntikkan,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Program vaksinasi yang berlangsung di Lapas Purwokerto tersebut diikuti oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan. Totalnnya sebanyak 697 penghuni, tetapi ada satu napi yang tengah menjalani isolasi di Baturraden.

“Total warga binaan pemasyarakatan Lapas Purwokerto yang kami daftarkan sebanyak 696 napi. Mereka semuanya harus mengikuti vaksinasi, karena warga binaan sangat rentan,” jelas Kalapas Kelas II Purwokerto Sugito.

Diungkapkan Sugito, vaksinasi yang digelar merupakan kerja sama antara Lapas Purwokerto dan Korem 071 Wijayakusuma, Rumah Sakit Tentara (RST) Wijayakusuma, Dinas Kesehatan Banyumas. ”Kami berterima kasih, karena ada vaksinasi untuk warga binaan yang memang rentan terhadap covid-19,” ungkapnya. (hil/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: