BREAKING NEWS: Wanita Pemberi Sate Beracun Berhasil Ditangkap

BNews—JOGJAKARTA— Wanita pelaku pengirim sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 10, sudah ditangkap. Wanita misterius yang diamankan polisi diakui sesuai dengan ciri-ciri dari keterangan yang disampaikan saksi. 

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, masih enggan memberikan keterangan mengenai sosok wanita misterius tersebut secara gamblang. Pihaknya pun berjanji akan menyampaikan keterangan pers pada hari esok atau Senin, 3 Mei 2021 mengenai hal ini. 

”Tunggu besok (hari ini), ya. Iya (ciri-ciri) sesuai dengan yang disampaikan oleh Bandiman,” kata Ngadi pada Minggu (02/05). 

Selain itu, Ngadi pun enggan menyebutkan dimana wanita misterius tersebut diamankan. ”Akan kami sampaikan (konferensi pers), sekitar jam 09.00 atau 10.00WIB,” ujarnya. 

Sebelumnya, paket sate yang dikonsumsi korban menganung racun. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). 

Ahli Farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Arief Nurrochma mengungkapkan, bumbu kacang dari sate yang dikonsumsi NFP. Ia menyebut, bumbu sate tersebut mengandung racun jenis C. 

Menurutnya, racun jenis C merujuk kepada struktur kimia yang kebanyakan mengandung CN atau sianida. Namun, bentuk sianida bisa bermacam-macam, semisal gas, kristal dan cair. 

”Racun jenis C merujuk ke struktur kimia dari yang kebanyakan mengandung sianida. Sianida ada yang bentuknya gas, kristal, cair,” ungkap Arief.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Diberitakan sebelumnya, peristiwa terjadi Minggu sore (25/4) lalu, ketika Bandiman dimintai tolong seorang perempuan untuk mengantarkan paket takjil. Paket makanan berbuka puasa itu ditujukan ke orang bernama Tomy di Perumahan Villa Bukit Asri, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, dengan pengirim mencatut nama Hamid di Pakualaman.

Lantaran tidak merasa pesan dan Tomy sedang di luar kota, akhirnya oleh istri Tomy paket takjil diberikan kepada Bandiman. Namun setelah disantap ketika buka puasa, takjil tersebut mengandung racun yang sangat keras hingga menewaskan anak Bandiman, Naba yang berusia sepuluh tahun.

Bandiman mengungkapkan, keluarga sudah membawa sampel ke laboratorium. ”Dari petugas laboratorium ketika membuka sampel langsung bilang, ini sangat keras melebihi potas,” ujarnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: