Bupati Magelang: Jadi Santri Itu Keren, Tidak Semua Punya Kesempatan Mondok
- calendar_month Ming, 11 Mei 2025
Bupati Magelang Grengseng Pamuji bersama Wakil Bupati Magelang Sahid saat menghadiri acara Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam dan Wisuda Tahfidz bersama Santri Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah, Desa Klopo, Kecamatan Tegalrejo.
BNews-MAGELANG- Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyatakan bahwa menjadi santri adalah sebuah kebanggaan; dan tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mondok dan mendalami ilmu agama Islam sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam dan Wisuda Tahfidz di Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah. Yang berada di Desa Klopo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada hari Sabtu (10/5/2025).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Magelang Sahid, jajaran Forkopimcam Tegalrejo, serta para alim ulama dari wilayah Kecamatan Tegalrejo.
Dalam sambutannya, Bupati Grengseng menegaskan pentingnya peran santri sebagai penjaga nilai-nilai Al-Qur’an dan agama Islam.
Ia menyebut momentum Haflah dan Wisuda Tahfidz ini sebagai kebahagiaan besar bagi para santri dan seluruh keluarga besar pesantren.
“Jadi santri itu keren, tidak semua orang berkesempatan bisa mondok dan mempelajari ilmu agama Islam sebagaimana perintah Nabi besar Muhammad SAW,” ungkapnya.
Grengseng menyebutkan bahwa wisuda tahfidz bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah penanda dari perjuangan panjang dalam menghafal kalam Ilahi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Para santri, lanjutnya yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an disebut sebagai insan pilihan.
“Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah, para pengasuh, para ustadz dan ustadzah yang dengan penuh ketulusan membimbing, membina, dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para santri,” ujarnya.
Bupati juga mengakui bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari peran para guru pembimbing dan dukungan orang tua santri.
Ia menegaskan bahwa para hafidz dan hafidzah adalah aset berharga bagi umat dan bangsa, karena mereka membawa cahaya Al-Qur’an ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia pun mengingatkan bahwa wisuda ini bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab besar untuk mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
“Semoga acara ini membawa keberkahan bagi kita semua. Kepada para wisudawan tahfidz, kami ucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini. Teruslah menjaga hafalan, meningkatkan pemahaman, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Semoga ilmu yang,” harapnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah, K.H. Abdul Hamid, menyampaikan rasa terima kasihnya; kepada Bupati dan Wakil Bupati Magelang atas kehadiran mereka dalam acara tersebut.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Magelang terus memberikan dukungan kepada pesantren, para pengajar, dan terutama para santri.
Menurutnya, santri memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Semoga ilmu yang sudah didapatkan di dalam pondok pesantren ini, bisa terus digunakan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup K.H Abdul Hamid. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar