Cara Mengetahui Weton Untuk Mencari Jodoh Terbaik Menurut Para Dosen

BNews—MAGELANG— Di masyarakat jawa, tradisi weton atau hari kelahiran dalam jawa masih menjadi kearifan lokal yang masih terus dipercaya. Dimana, weton dianggap mempengaruhi pada sifat dan perilaku seseorang.

Ahli perhitungan weton asal Yogyakarta, Tribowo mengatakan, dalam pandangan Jawa, manusia lahir dengan membawa potensi energi masing-masing. Energi yang kemudian terlihat dari gambaran watak seseorang. Untuk tahu, perlu menjumlahkan weton.

“Karena kandungan energi itu, perhitungan weton menjadi dasar langkah penting dalam kehidupan, misalnya menikah,” ungkap dia.

Menurutnya, dalam pernikahan dalam tradisi Jawa diibaratkan penanaman benih. Artinya, menanam di musim yang tandus akan berakibat buruk bagi tanaman.

Weton merupakan gabungan hari lahir dan pasaran. Dalam penanggalan Jawa, pasaran merupakan pekan yang terdiri dari lima hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Jadi weton seseorang bisa Senin Pahing, Senin Kliwon, Selasa Wage, Jumat Legi dan sebagainya.

Baik hari maupun pasaran, memiliki neptu atau angka masing-masing. Angka neptu (dalam tabel) merupakan hasil perhitungan leluhur Jawa dari hasil mengamati alam atau yang dikenal dengan titen. Angka tersebut tidak bisa diubah.

Dalam praktiknya sejak 2002, Tribowo tidak menyarankan pasangan dengan pertemuan pasaran Wage dan Pahing. “Itu biasanya ada yang berpisah karena ada yang mengingkari,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan, metode perhitungan jodoh dan hari pernikahan banyak variasinya. Setiap lokasi di Jawa bisa saja berbeda. Bahkan, ada juga mempertimbangkan daerah calon pengantin.

Dalam KPBA tertulis, untuk mengetahui kecocokan jodoh, rumusnya adalah jumlah weton kedua calon dibagi bilangan 5. Kemudian dilihat lagi sisanya.

 “Jika sisanya itu 1 (Sri) berarti bagus, 2 (Dana) juga bagus, termasuk 5 (Lungguh). Yang tidak bagus itu 3 (sakit-sakitan) dan 4 (ada yang meninggal),” ujar dia.

Dia mencontohkan, weton calon pengantin pria Selasa Legi dan mempelai wanita Minggu Pahing. Maka jumlah neptu-nya adalah 3 (Selasa) + 5 (Legi) + 5 (Minggu) + 9 (Pahing) = 22. Lalu, hasil tersebut dibagi 5. Dalam hal ini, 22:5 = 4 sisa 2 (Dana) yang berarti bagus.

Angka sisa inilah yang dipakai untuk menentukan kecocokan. Jika ditemukan hasil tidak baik, Mara menambahkan pasangan tersebut bisa menikah asal ada syarat yang harus dipenuhi.

“Itu tergantung weton-nya, misal apakah menyembelih hewan atau menimbun barang di tanah,” ujarnya seperti ditulis kumparan.

Setelah weton  itu dirasa cocok, langkah selanjutnya adalah perhitungan hari untuk pernikahan. Tribowo mengatakan, ada rumus tersendiri. “Jenjem (jumlah neptu pengantin pria dan wanita) ditambah neptu hari pernikahan yang diinginkan lalu dibagi tujuh, kemudian lihat sisanya,” ungkap Tribowo.

Sebagai contoh, jumlah neptu kedua mempelai 30 dan akan menikah pada Selasa Wage (yang neptunya 3+4=7), maka perhitungannya (30+7):7. Dari penjumlahan tersebut, hasilnya 5 sisa 2. “Kalau sisa 2 itu artinya Tunggak Semi, banyak rezekinya,” ungkap Tribowo. (her/wan)

1 Comment
  1. asmiranda says

    GEBYAR KADO CHRISTMAS BULAN DESEMBER
    DAPATKAN LANGSUNG TAMBAHAN 5% TANPA ADA SYARAT
    YANG SUKA MAIN GAME SLOTS
    YANG SUKA MAIN POKER
    YANG SUKA MAIN BOLA TANGKAS
    YANG SUKA MAIN ROULLETE DAN BANYAK GAME LAINNYA JUGA……
    BURUAN DECH MERAPAT DAN JOIN YACH DI QQHarian,info
    INGAAATTT….ANDA BISA KAYA MENDADAK!!!!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: