Cemilan Sederhana dari Magelang Ini Kini Diburu Wisatawan
- calendar_month Sel, 23 Des 2025

ilustrasi Cemilan Sederhana dari Magelang Ini Kini Diburu Wisatawan
BNews-MAGELANG– Magelang bukan hanya identik dengan Candi Borobudur atau panorama pegunungan yang memikat.
Di balik keindahan alamnya, kota ini juga menyimpan kekayaan kuliner berupa cemilan tradisional yang lahir dari dapur-dapur sederhana masyarakat desa.
Selain gethuk yang sudah dikenal luas, Magelang juga memiliki cemilan khas lain, yakni slondok dan unthuk cacing.
Dua nama unik ini mungkin terdengar sederhana, namun di balik rasa gurih dan renyahnya tersimpan kisah tentang kreativitas, ketekunan, serta identitas lokal yang terus bertahan hingga kini.
Slondok, Cemilan Otentik dari Kekayaan Bumi
Slondok berasal dari singkong, bahan pangan yang melimpah di kawasan lereng Gunung Telomoyo dan sekitarnya. Bagi masyarakat setempat, singkong bukan sekadar pengganti nasi, melainkan sumber inspirasi kuliner yang diwariskan turun-temurun.
Proses pembuatannya cukup sederhana. Singkong diparut, dibumbui, kemudian digoreng hingga kering dan renyah. Hasilnya berupa keripik gurih yang tahan lama dan cocok dinikmati saat bersantai, terutama ditemani secangkir teh hangat.
Seiring perkembangan zaman, slondok tidak lagi hanya dijual di pasar tradisional. Dengan kemasan yang lebih modern, cemilan khas Magelang ini kini telah merambah toko oleh-oleh bahkan dipasarkan secara daring, menjangkau konsumen hingga luar Pulau Jawa.
Unthuk Cacing, Unik dan Penuh Daya Tarik
Berbeda dengan slondok, unthuk cacing menawarkan daya tarik dari bentuk dan namanya yang unik. Cemilan ini dibuat dari tepung singkong yang diolah, digoreng hingga garing, lalu dikemas secara sederhana.
Nama “unthuk cacing” kerap memancing rasa penasaran, namun justru itulah yang membuatnya mudah diingat. Rasanya gurih dengan tekstur renyah, menjadikannya bukti bahwa masyarakat Magelang mampu menghadirkan identitas kuliner khas dari bahan-bahan sederhana.
Simbol Penjaga Budaya Lokal
Lebih dari sekadar cemilan, slondok dan unthuk cacing merupakan cerminan kehidupan masyarakat Magelang. Keduanya menunjukkan bagaimana hasil bumi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Wisatawan yang membawa pulang slondok atau unthuk cacing sebagai oleh-oleh tidak hanya membawa rasa, tetapi juga cerita tentang tradisi, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat lokal.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Di tengah gempuran makanan modern, dua cemilan khas Magelang ini tetap bertahan. Slondok dan unthuk cacing bukan sekadar makanan ringan, melainkan simbol bahwa budaya lokal akan terus hidup jika dijaga dan diberi ruang untuk berkembang.
Kesederhanaan yang dipertahankan justru menjadi kekuatan. Dari rasa gurih slondok dan unthuk cacing, tersimpan cerita panjang tentang sebuah kota kecil bernama Magelang yang kaya akan tradisi dan penuh kisah. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar