Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Keluhkan Harga Pakan dan Telur, Peternak Magelang Gelar Aksi Damai Bagikan 2.000 Ayam

Keluhkan Harga Pakan dan Telur, Peternak Magelang Gelar Aksi Damai Bagikan 2.000 Ayam

  • calendar_month 3 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Sebanyak 2.000 ekor ayam dibagikan dalam aksi damai peternak ayam petelur yang digelar di Alun-alun Kota Magelang pada Senin (10/8/2026). Ini sebagai simbol aksi protes tingginya harga pakan dan rendahnya harga telur.

Aksi yang dilakukan Paguyuban Peternak Petelur Magelang (P3M) ini dimulai pukul 10.00 WIB. Para peserta datang dengan menggunakan mobil-mobil pikup yang mengangkut ribuan ekor ayam, kemudian berjejer.

“Saat ini harga pakan jadi sudah mencapai Rp7.500 hingga Rp8.000 per kg. Hal ini dipicu tingginya harga jagung yang hampir Rp7.000 per kg dan bungkil kacang kedelai (BKK) impor yang mencapai Rp8.600 per kg,” ujar koordinator aksi, Arif Sosiawan, di sela-sela kegiatan.

“Pemerintah sudah membantu dengan subsidi jagung. Tapi harapan kami BKK-nya juga disubsidi supaya bisa menekan harga pakan jadi,” sambung dia.

Untuk menekan kerugian yang makin membengkak, para peternak terpaksa melakukan tindakan efisiensi ekstrem, salah satunya dengan melakukan afkir masal (pengapkiran dini) terhadap ayam-ayam yang sudah tidak produktif.

“Karena kalau itu tidak dilakukan, kerugian kami semakin parah. Kami juga melakukan efisiensi, tapi kalau efisiensi terkait pakan, itu juga terbatas. Karena kami tidak bisa mengurangi jumlah pakan yang dikonsumsi ayam,” tandas Arif.

Bila jumlah pakan dikurangi dari batas minimal, lanjut Arif, berefek ke produksi telur.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Menanggapi aksi massa tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyatakan komitmennya untuk menjembatani dan meneruskan aspirasi para peternak ke tingkat provinsi dan pusat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Magelang, Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditas secara real-time dan mencatat adanya tren kenaikan harga telur secara perlahan seiring berhentinya masa libur sekolah.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Cabang Magelang M. Ihsan Sura Adilaga menjelaskan bahwa stok ketersediaan Jagung SPHP untuk peternak masih dalam kondisi aman.

“Pemerintah mengalokasikan kuota jagung SPHP sekitar 10.000 ton untuk wilayah Magelang, dan hingga saat ini baru terserap sekitar 50 persen. Artinya, stok masih sangat aman hingga Desember mendatang,” terang Ihsan.

Bulog membeli jagung dari petani seharga Rp6.400 per kg dan menyalurkannya kepada peternak seharga Rp5.000 per kg, di mana selisih harga tersebut disubsidi oleh pemerintah. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less