Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Heboh! 12 Siswa SMP 3 Candimulyo Magelang Masuk Rumah Sakit Usai Santap MBG, Polisi Ambil Sampel Makanan

Heboh! 12 Siswa SMP 3 Candimulyo Magelang Masuk Rumah Sakit Usai Santap MBG, Polisi Ambil Sampel Makanan

  • calendar_month Jum, 7 Agu 2026

BNews—MAGELANG— Belasan siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (7/8/2026). Sebanyak 12 siswa tercatat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Merah Putih.

Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyip Riyanto mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan keracunan yang dialami para siswa. Petugas kemudian mendatangi lokasi rumah sakit untuk melakukan pengecekan.

“Jadi kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi dugaan keracunan di SMP 3 Candimulyo. Sehingga kami bersama Biket Pamapta mendatangi Rumah Sakit Merah Putih,” ujar AKP Toyip Riyanto.

Dari hasil pengecekan sementara, terdapat 12 siswa yang masuk ke Rumah Sakit Merah Putih. Namun sebagian siswa telah diperbolehkan kembali pulang setelah mendapatkan penanganan.

“Didapatkan total ada 12 anak yang masuk di Rumah Sakit Merah Putih. Namun yang sudah kembali ada 5 orang. Dan sebagian ada di Puskesmas Candimulyo,” jelasnya.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) serta pengelola program MBG di wilayah tersebut.

“Nah, dari hasil tersebut, kita nanti akan berkoordinasi dengan pihak BGN, baik itu diwakili oleh KORUR maupun KORCAM untuk mencari informasi terkait penyebab dari keracunan SMP 3 Candimulyo itu,” katanya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selain itu, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kemudian untuk sampel dari makanan yang dikonsumsi oleh para siswa ini sudah diambil oleh pihak puskesmas. Nanti kami akan berkoordinasi juga dengan pihak puskesmas,” tambah AKP Toyip.

Siswa Keluhkan Sakit Perut hingga Panas Dingin

Sementara itu, Wahyudi, salah satu guru SMP Negeri 3 Candimulyo, menjelaskan bahwa makanan MBG tidak seluruhnya langsung dikonsumsi siswa di sekolah. Sebagian siswa memilih membawa pulang makanan yang belum habis.

“Kan anak-anak makan itu nggak semuanya dimakan di tempat. Kami mengimbau kalau mau nggak doyan, dibungkus. Akhirnya nanti di rumah dimakan lagi,” ujar Wahyudi.

Ia menyebut pembagian makanan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Ada siswa yang menyantap makanan di sekolah, sementara sebagian lainnya membawa pulang dalam wadah.

“Memang ada yang dimakan di sekolah, ada yang dibungkus. Yang anak-anak itu di tempat wadah, tidak langsung dimakan di tempat,” jelasnya.

Menu MBG yang dibagikan saat itu berupa nasi kuning, telur rebus berbumbu kecap, acar, kering tempe, dan buah anggur.

“Itu tadi menunya nasi kuning, telur. Telur direbus, dibumbu kecap. Acar, kering tempe. Buahnya anggur,” ungkap Wahyudi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurutnya, keluhan mulai dirasakan siswa setelah jam pelajaran berlangsung. Beberapa siswa mengalami sakit perut hingga kondisi panas dingin.

“Setelah jam pelajaran tadi, keluarnya itu jam 13.20. Itu mulai mengeluh. Ada sebagian yang sudah di toilet buang air. Yang dirasakan perutnya pada sakit, panas dingin,” katanya.

Wahyudi menambahkan, siswa yang mengalami keluhan tersebut merasakan gejala ketika masih berada di sekolah. Mereka yang hendak pulang akhirnya mendapatkan penanganan terlebih dahulu.

“Jadi setelah kelas ini kan mau pulang, baris pulang. Akhirnya nggak bisa pulang,” ujarnya.

Ambulans Desa Dikerahkan, Siswa Dirujuk

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk layanan ambulans desa, untuk membantu penanganan siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

“Sekarang sudah ada beberapa desa yang menuju sekolahan. Tiga atau empat tadi, sudah siap menghubungi ambulans desa kalau memang ada yang membutuhkan,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, terdapat beberapa siswa yang harus mendapatkan penanganan lanjutan hingga dirujuk ke fasilitas kesehatan.

“Sudah dirujuk,” katanya.

Hingga kini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut, termasuk menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang telah diambil oleh pihak puskesmas. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less