Data Covid Dibuka: Jumlah PDP 10.482, ODP 139.137

BNews—NASIONAL— Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akhirnya membuka data. Dalam keterangannya, angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Indonesia hingga hari ini mencapai 139.137. Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan sejumlah 10.482.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, ratusan ribu ODP menjadi perhatian besar pemeerintah terkait penyebaran virus corona. Kondisinya ada yang sehat hingga sakit ringan. Sehingga tanpa disadari, mereka berpotensi menjadi sumber penularan.

”Mereka yang berstatus ODP berpotensi menjadi sumber penularan apabila tidak dirawat dengan baik. Apabila tidak segera melaksanakan isolasi diri, karantina diri dengan cara yang sebaik-baiknya,” terang Yuri.

Pascapenetapan covid-19 sebagai bencana nasional, seluruh data terkait wabah diintegrasikan. Mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga desa. Sehingga akan mudah dikendalikan oleh satu sistem.

”Pada hari ini setelah ditetapkan sebagai satu bencana nasional, maka seluruh integrasi data yang kita bangun mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan seterusnya sampai ke pusat berada dalam satu sistem, satu kendali data, satu jaring data,” ujar dia.

“Sehingga seluruhnya bisa kita lihat dan akses secara terbuka dan bisa dilihat secara lebih transparan,” terang dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta jajaran kabinet menyampaikan komunikasi efektif dan memberikan penjelasan yang transparan mengenai penanganan virus corona. Jokowi tidak ingin adanya kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

”Mengenai komunikasi yang efektif yang memberikan penjelasan-penjelasan secara transparan kepada media. Ini harus dilakukan dengan detail dan baik,” tegasnya.

”Jangan sampai banyak berita yang baik tidak bisa disampaikan. Sehingga rasa optimis masyarakat menjadi cenderung masuk ke hal-hal yang tidak positif,” imbuh Jokowi dalam sidang kabinet paripurna secara virtual, Selasa pagi, (14/4). (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: