Debat Putaran Ketiga Pilkada Kota Magelang, 2 Paslon Adu Strategi Penanganan Covid-19

BNews—MAGELANG—Debat Publik kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang di Gedung Wanita, Jalan Veteran, Magelang Tengah, Minggu (29/11) malam. Debat ini merupakan putaran ketiga atau putaran terakhir sebelum Pilkada pada 9 Desember mendatang.

Di awal, Calon Walikota nomor urut satu, M Nur Aziz menyebut bahwa Magelang membutuhkan perubahan. Penciptaan perubahan harus dengan program unggulan.

”Dalam kondisi pandemi Covid ini tentunya program-program itu harus menyentuh warga Kota Magelang. Dan dibutuhkan pemimpin yang nyawiji dengan warganya,” katanya.

Kemudian Calon Walikota nomor urut dua, Aji Setyawan mengatakan paslon nomor urut dua memiliki visi ingin memajukan Kota Magelang sebagai kota cerdas. Yang berbudaya, religius, menuju masyarakat sejahtera dan madani.

”Dalam bidang Covid. Kita sebagai pemerintah daerah wajib hukumnya untuk dapat mengalokasikan anggaran yang sudah ditetapkan APBD kita. Sebagai acuan implementasi dalam bidang kesehatan,” katanya.

Di segmen tanya jawab antar paslon, Aziz melontarkan pertanyaan tentang penanganan Covid-19 di Kota Magelang. Dia menilai masifisitas pemeriksaan belum dilakukan, banyak warga Kota Magelang yang belum diperiksa.

“Saya melihat kondisi Covid-19 di Kota Magelang meningkat. Bahkan sehari sampai 18 meninggal dan saya juga belum melihat perdanya. Apakah pe-maping juga sudah dilakukan,” ujarnya.

Calon Wakil Wali Kota Magelang nomor urut 2 Windarti Agustina mengklaim bila Kota Magelang zona hijau Covid-19. ”Anggaran untuk pemulihan terdampak Covid-19 sudah direncanakan dalam Apbd 2021 sebesar Rp 39 miliar. Sementara itu BTT kita, seandainya outbreak, disiapkan Rp 15 miliar untuk penanganan Covid-19 kedepan,” jelasnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Kemudian Aji Setyawan melontarkan pertanyaan kepada paslon nomor urut 1. Dia bertanya terkait anggaran dalam implementasi penetapan 2021 tentang kesehatan.

”Penetapan di tahun 2021, bila nantinya anggaran tidak mencukupi maka Wali Kota dan Wakil Walikota mengajukan perubahan anggaran,” jawab Aziz.

Dalam segmen pernyataan penutup, Aziz mengatakan bila ia terpilih maka akan mengawal janji perubahan. Kemudian akan merealisasikan janji-janji untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang.

”Program-program akan kami kawal hingga terlaksana. Kita yakin mampu melaksanakan janji-janji kami. Maju, sehat dan bahagia merupakan visi dan misi kami,” tegas Aziz.

Kemudian, Aji juga memberikan pernyataan penutup dalam debat paslon putaran ketiga tersebut.

“Masyarakat Kota Magelang sudah cerdas, mana yang memang bisa menyelesaikan masalah dengan solusi dan sesuai aturan, bukan yang tiba-tiba datang lalu ngomong perubahan. Padahal, tidak tahu caranya (mengubah) seperti apa. Dan yang lebih memalukan lagi, bukan yang fotokopi KTP, motong kupon hanya untuk mendongkrak suara,” ucap Aji.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron mengatakan, debat publik ini digelar sebagai kampanye masing-masing paslon. ”Diharapkan dengan debat ini, masyarakat bisa menentukan pilihan. Juga dari debat ini saya harapkan masyarakat Kota Magelang bisa memberikan hak pilih di tanggal 9 Desember nanti,” harapnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: