Debt Collector Dihukum Push Up Gegara Salah Sita Motor

BNews—NASIONAL—Sekelompok Debt Collector (DC) dihukum fisik berupa push up karena salah menyita kendaraan bermotor milik seorang pengendara yang mengaku anggota TNI AD. Video berdurasi 2 menit 24 detik itu viral di media sosial Instagram.

Dalam video yang diunggah akun @ndorobeii pada Kamis (23/10), DC dari sebuah perusahaan leasing rela menerima luapan marah dari seorang pemotor. Ia yang mengenakan busana kaus ungu dengan rambut cepak menjelaskan jika kendaraannya merupakan hadiah dari kedinasan.

”Ini leasing. Mau narik motor saya, ya. Sementara motor saya motor hadiah dari panglima TNI, ya,” ucap pemilik motor sambil merekam dengan telepon genggamnya.

Pemotor yang belum diketahui identitasnya itu menegaskan baru saja memperpanjang surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB. Ia juga merasa keberatan karena sempat dibuat malu karena tiba-tiba diberhentikan ditengah jalan raya. Hal tersebut dirasa menurunkan harga dirinya sebagai anggota TNI AD.

”Saya dari (TNI) Angkatan Darat, ya. Kalian ngapain berhentiin di tengah jalan? Ada enggak surat tugas kalian? Mana surat tugas kalian? Kalian dari mana, ha?,” tegasnya.

”Ini motor cash. Buka helm kalian semua, buka helm kalian. Kesitu kalian semua. Daripada saya keluarin semua yang ada di dalam jok saya ini,” sambungnya.

”Kalian kalau mau narik motor nagih motor, kalian ke rumahnya. Jangan di pinggir jalan. Kalian nurunin harga diri saya di sini,” tambah dia.

Loading...

Salah seorang dari pihak leasing itu pun meminta maaf kepada oknum TNI tersebut. ”Salah, Bang. Saya minta maaf. Saya minta maaf, Bang,” jawab laki-laki berpeci putih.

Sekelompok DC pun akhirnya dikumpulkan untuk menerima hukuman berupa push up. ”Buka helmmu. Buka helmmu. Buka. Turun kalian semua. Sikap push-up. Saya tidak mau tahu, kalian sudah menurunkan harga diri saya. 30 (kali). Daripada saya main keras-kerasan di sini,” pungkasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: